Dalam final yang dilangsungkan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2013), Anang Yulianto berhasil mengalahkan 10 pesaingnya. Final 'Best of The Best' bisa dibilang menjadi nomor paling bergengsi karena para pemenang berbagai kategori yang diperlombakan diadu lagi di nomor ini.
Tampil di depan Menpora Roy Suryo dan Danpaspamres Mayjen TNI Doni Monardo, Anang, yang adalah anggota kesatuan Gegana Brimob, tampil tenang dan penuh percaya diri. Sukses menyabet gelar juara, dia pun berhak membawa pulang hadiah mobil dan motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejuaraan menembak kali ini meliputi 18 materi nomor perorangan, yakni: Perorangan Tembak Pistol Eksekutif Pati TNI/Polri, Und/Sipil, Pamen TNI/Polri, Tembak Pistol Center Fire 25 meter Putra (Versi Perbakin), Tembak Sport Pistol 25 meter Putri (Versi Perbakin), Tembak Air Pistol (Putra/Putri), Tembak Air Riffle (Putra/Putri), Tembak Pistol Reaksi Level I Non IPSC dan Tembak Senapan Kal. 5.56 mm Open 100 meter (3 sikap).
Nomor lainnya yang diperlombakan adalah Tembak Senapan Kal. 5.56 mm Standard 100 meter (3 sikap), Tembak Sniper 500 meter,Tembak Reaksi MP5, Tembak Pistol Reaksi IPSC Kelas Open, Tembak Pistol Reaksi IPSC Kelas Standard, Tembak Pistol Reasksi IPSC Kelas Production serta Tembak Pistol Reaksi IPSC Kelas Revolver.
Untuk Materi Beregu terdiri dari: Tembak Pistol Pamen TNI/Polri Eksekutif, Tembak Pistol Reaksi Level I (Non IPSC), Tembak Senapan Kal. 5.56 mm Open 100 meter (3 sikap), Tembak Senapan Kal. 5.56 mm Standard 100 meter (3 sikap), Tembak Sniper 500 meter, Tembak Reaksi MP5. Demikian keterangan pers yang diterima detikSport.
Lomba Menembak Danpaspamres Cup ini digelar untuk meningkatkan kemampuan menembak bagi masyarakat umum, TNI/Polri, anggota SWSC. Selain itu event ini juga diharapkan menjadi ajang menyaring atlet menembak nasional maupun internasionnal serta membantu meningkatkan minat dalam olahraga menembak.
Anggota redaksi detik.com beberapa hari lalu mendapat undangan dari Danpaspamres untuk ikut berpartisipasi meramaikan lomba tersebut. Meski tidak ikut dalam perlombaan, itu menjadi kesempatan langka buat beberapa wartawan yang sama sekali belum pernah memegang dan mengoperasikan senjata api.
(rng/din)











































