Di Reli Portugal, Ubang mengalami sejumlah masalah. Selain soal kemudi kiri, mobil Ford Fiesta RRC yang dikendarainya tergelincir karena mengambil jalur terlampau lebar, melesat ke luar lintasan, menghantam pohon dan tersangkut tanpa bisa maju dan mundur untuk kembali ke lintasan.
Insiden itu membuat Ubang terkena penalti dan kehilangan banyak waktu. Akibatnya, dia mengakhiri lomba di urutan ke-11 overall WRC-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gagal dapat poin yang sesungguhnya sudah sempat di depan mata. Tak apa, toh target awal juga hanya adaptasi di seri ini," tambahnya.
Serial WRC berikutnya berlangsung di Argentina, 1-4 Mei mendatang. Ubang tak memasukkan putaran ini dari 7 kalendernya musim ini. Seri berikutnya yang akan diikuti Ubang di kelas WRC-2 akan dilangsungkan di Acropolis, Yunani (31 Mei - 2 Juni). Musim lalu di kelas PWRC, ia sukses naik podium sebagai runner-up di sana.
Melihat proses adaptasi yang mulai cair dan pengalaman dua kali berlomba di Acropolis, Ubang optimistis menuju event terkenal berjuluk Rally of the Gods itu. Ia pun tetap melatih diri di balik kemudi kiri.
"Dari aspek teknis, peluang kita sangat terbuka di Acropolis. Kalaupun tak podium seperti musim lalu, setidaknya bisa pulang bawa poin. Tapi, kalau non teknis, wallahualam, kita tak pernah tahu apa yang terjadi dari satu SS (special stage) ke SS berikutnya. Itu saya yakini sepenuhnya Allah SWT yang atur dan saya berserah diri di setiap saat jelang start," tutup pemegang tiga gelar juara nasional ini.
(mfi/mrp)











































