'ISG Pindah ke Jakarta, Negara Akan Rugi Dua Kali'

'ISG Pindah ke Jakarta, Negara Akan Rugi Dua Kali'

Chaidir Anwar Tanjung - Sport
Rabu, 24 Apr 2013 17:39 WIB
ISG Pindah ke Jakarta, Negara Akan Rugi Dua Kali
Jakarta - Keputusan memindahkan Islamic Solidarity Games (ISG) ke Jakarta disebutkan akan membuat negara rugi dua kali. Selain karena dana sudah terlanjur dipakai di Riau, penyelenggaraan di Jakarta juga akan butuh anggaran.

Demikian disampaikan pengamat hukum, Suhendro dari Universitas Lancangkuning, Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/4/2013) di Pekanbaru. Menurutnya, dalam APBD Riau tahun 2013 telah dianggarkan dana untuk ISG. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 53,6 miliar.

"Dana tersebut dianggarkan di beberapa satuan kerja. Tentunya dana ini sudah cair untuk persiapan ISG. Jika ISG benar-benar dipindahkan, maka negara akan mengalami kerugian dua kali," kata Suhendro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerugian dua kali yang dimaksud, lanjut Suhendro, tentunya akan ada lagi dana untuk ISG di Jakarta. Mulai anaggaran untuk pantia ISG, pengamanan dan berbagai dan lainnnya.

"Kalau dipindahkan, maka dana yang sudah terlanjur digunakan di satuan kerja bagaimana nasibnya? Dan selama ini pantia lokal kan sudah terbentuk. Itu pasti mengeluarkan anggaran. Kalau tiba-tiba diputus, berarti dana yang sudah terlanjur dipakai bagian dari kerugian negara. Dananya sia-sia saja," kata Suhendro.

Karena itu, dilanjutkannya, pemerintah pusat harus berpikir ulang dengan keputusan memindahkan ISG. Karena prosedur penganggaran untuk ISG di Riau sudah disahkan DPRD Riau. Dan pengesahan itu bagian dari kinerja pemerintah.

"Sekarang kalau ISG dipindahkan, maka pihak yang memindahkan itu harus bertanggungjawab atas anggaran yang sempat digunakan. Untuk itu, cobalah berpikir jernih persoalan ISG ini, jangan pemerintah pusat tergesa-gesa memindahkan ke Jakarta tanpa melihat dari sisi anggaran yang bakal kembali menguras dana publik," papar Hendro.

Masih menurut Hendro, bagi satuan kerja yang sudah menggunakan anggaran ISG, tentunya juga harus mempertanggungjawabkannya.

"Ini benar-benar repot jika dipindahkan. Karena pasti sudah ada anggaran yang digunakan untuk persiapan ISG tersebut," kata Suhendro.

Sementara itu, bila dilihat dari APBD Pemprov Riau yang disahkan pada Februari lalu, dengan jelas banyak pos anggaran untuk ISG. Dana Rp 53,6 miliar yang dianggarkam tersebut di antaranya untuk pengamanan presiden dan wakil presiden pada opening dan closing ceremony, yang jumlahnya mencapai Rp 7,3 miliar.

Ada lagi pos anggaran di Sekda Riau sebesar Rp 1 miliar hanya untuk urusan lampu jalan. Ini belum lagi dana hibah untuk penitia lokal Rp 45 miliar.

"Selama ini panitia daerah sudah bekerja untuk ISG. Itu artinya dana publik sudah terpakai. Kalau dipindahkan, inikan sama saja pemborosan anggaran publik. Karena di Jakarta nanti, kembali ISG akan menyedot kembali dana publik," kata Suhendro.

Karena itu, solusinya adalah, tetap pelaksanaan ISG di Pekanbaru agar tidak dua kali melakukan penganggaran dana publik untuk ISG.

"Di sinilah diperlukan kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat bagaimana untuk menyukseskan ISG itu. Bagaimanapun Riau sendiri tidak pernah menyerah malah menyatakan kesiapannya. Sekarang, kita liat saja sejauh mana pemerintah pusat serius menyelesaikan semua persoalan ISG yang ada di panitia daerah," tutup Suhendro.

(cha/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads