Selesai Ujian di Sekolah, Sean Gelael Hadapi Ujian di Lintasan

Selesai Ujian di Sekolah, Sean Gelael Hadapi Ujian di Lintasan

Kris FW - Sport
Selasa, 14 Mei 2013 01:15 WIB
Selesai Ujian di Sekolah, Sean Gelael Hadapi Ujian di Lintasan
Jakarta -

Pebalap muda Indonesia Sean Gelael bersiap menghadapi seri berikutnya dari FIA Formula 3 Eropa. Ini menjadi ujian tersendiri buatnya, mengingat trek yang akan ia hadapi masih asing untuknya.

Seperti pelajar di 'Tanah Air' pada umumnya, Sean yang berusia 16 tahun dan masih menimba ilmu di SMA itu sudah menyelesaikan ujian di sekolahnya. Tetapi ujian lain kini sudah menanti di atas Sirkuit Brands Hatch Indy, Inggris, pada putaran keempat Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa, 18-19 Mei mendatang.

Sebagaimana tertuang dalam rilis yang diterima detikSport, Sean masih amat hijau dibandingkan para rivalnya di lintasan ini, mengingat ia belum pernah sekalipun menjajal lintasan yang kali pertama dibuka pada tahun 1950 itu. Padahal tak sedikit rivalnya yang disebut bisa sudah melaju di Brands Hatch sebanyak ratusan kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sirkuit itu sendiri disebutkan memiliki waktu 40 detik per lap, sehingga banyak yang menilai tingkat kesulitannya tidak tinggi. Sebaliknya, dengan kecepatan tinggi pada jalur pendek dengan tikungan patah, para pebalap justru harus mengerahkan kemampuan terbaiknya di sana.

Di sinilah akhir pekan nanti Sean, yang berkiprah di bawah naungan tim Double R Racing, akan beradu kecepatan melawan 30 pebalap internasional dari berbagai benua.

Sebagai salah satu bentuk persiapan, Sean pun sepertinya terus menggenjot kesiapan fisiknya. Seperti tertuang dalam akun Twitter-nya, @gelaelized, beberapa hari lalu ia pun sudah melakukan sprint 45 km di atas sepeda dan berlari 10 km.

Sean saat ini menempati posisi 24 dari 31 pebalap di klasemen sementara FIA Formula 3 Eropa. Pada seri lalu di Hockenheim, Jerman, pada 4-5 Mei lalu ia sempat mengalami kecelakaan meskipun untungnya tidak mendapatkan cedera apa-apa.

Ketika itu pebalap Israel, Roy Nissany, bersenggolan dengan pebalap lain sehingga terdorong keluar dari lintasan dan membentur pagar pengaman. Mobilnya lalu terpental kembali ke lintasan, tepat di jalur yang dilintasi Sean.

Sean pun kemudian menabrak mobil Nissany dan tidak dapat melanjutkan lomba karena mobilnya rusak. "Kendaraan itu berputar di depan saya sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Amat menyakitkan, padahal saya baru berusaha menyodok ke depan. Saya hanya berhasil mengalahkan rekan setim Nissani dari Australia, Mitchell Gilbert," katanya usai insiden tersebut.

(krs/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads