Mepet, Jakarta Dinilai Tak Siap Jadi Tuan Rumah ISG

Mepet, Jakarta Dinilai Tak Siap Jadi Tuan Rumah ISG

Ray Jordan - Sport
Jumat, 17 Mei 2013 17:51 WIB
Mepet, Jakarta Dinilai Tak Siap Jadi Tuan Rumah ISG
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo berencana memindah perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) dari Riau ke Jakarta. Namun sanggupkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi tuan rumah dadakan?

Anggota Komisi C Bidang Anggaran, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ahmad Husin Alaydrus mengatakan, selain sarana dan prasarana, sumber pendanaan yang mencapai Rp 200 miliar untuk acara tersebut juga masih dipertanyakan.

"Anggaran tersebut tidak ada dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013. Jangan sampai lantaran dipaksakan akhirnya penyelenggaraannya tidak maksimal," ujar Ahmda Husin kepada wartawan di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad mengatakan, sebaiknya Pemprov DKI benar-benar berpikir matang sebelum memutuskan dalam menerima tawaran menjadi tuan rumah ISG 2013 tersebut.

"Di Jakarta sendiri sarana olah raga yang memiliki standar internasional hanya dua. Yakni Istora Senayan sama Stadion Lebak Bulus. Besok Lebak Bulus mau dibongkar. Belum lagi anggarannya mencapai Rp 200 miliar, uangnya dari mana? Ini harus dipikirkan. Karena ketidaksiapan jangan sampai ajang olah raga ini berantakan dan malah memberikan citra buruk bagi Jakarta di mata dunia internasional," kata Ahmad.

Seperti diketahui, sebelumnya ISG 2013 akan digelar di Riau. Namun Menpora Roy Suryo meminta untuk dipindahkan ke Jakarta. Pasalnya ada beberapa permasalahan di Pekanbaru yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) pun menyatakan siap untuk mengemban tugas menjadi tuan rumah ISG 2013 ini.

"Kita diberi kepercayaan dari pusat dan hal ini pun demi kepentingan nasional," ujar Jokowi di Balaikota, beberapa hari lalu.

Sedianya, acara digelar pada 6-17 Juni 2013. Namun karena adanya perubahan lokasi, maka acara diundur menjadi tanggal 22 September hingga 1 Oktober. Acara bertaraf internasional ini diikuti lebih dari 50 negara di dunia.

(jor/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads