Turun di kategori Olympic Distance, pada ajang yang dihelat di kawasan Jimbaran, Minggu (23/6/2013) pagi itu, Richard memang jauh dari posisi juara. Atlet yang pernah mengikuti tiga Olimpiade itu hanya menduduki posisi 64 dengan catatan waktu 3 jam 10 menit 36 detik.
Meski demikian, Richard tak kecewa. Pemegang tujuh medali emas SEA Games di nomor 100 meter gaya bebas itu tetap senang dan berharap bisa menyebarkan virus gaya hidup sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan gaya hidup sekarang ini, banyak yang makannya tidak teratur, tidak sehat, istirahat juga kurang, stres di tempat kerja, melakukan kegiatan fisik itu jadi sangat penting.
"Salah satu cara untuk mengukur kemampuan fisik kita ya ikut lomba-lomba seperti ini atau lomba sepeda, atau lomba lari. Semoga ini terus berkembang di masyarakat," imbuhnya.
Ini adalah kali kelima Richard berpartisipasi di Bali International Triathlon. Untuk ajang tahun ini, pria yang kini berusia 41 tahun itu menyiapkan diri selama kurang lebih 6 bulan.
"Seminggu bisa 4-5 kali latihan. Di hari biasa, latihannya cukup 1 jam, tapi kalau di akhir pekan bisa 3-4 jam. Latihannya giliran, sehari berenang, hari berikutnya bersepeda, dan berikutnya lagi lari," lanjut Richard.
Menurut Richard, lari adalah bagian yang paling menentukan dalam sebuah triathlon. Sesi terakhir itu disebutnya bisa jadi penentu hasil lomba.
"Lari adalah yang paling sulit. Itu adalah faktor penentu. Jika kamu pelari yang bagus, kamu punya peluang bagus," katanya menambahkan.
(/)











































