Daud dan Brizuela menghadiri konferensi pers di Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Perth, Kamis (4/7/2013). Turut hadir dalam konferensi pers itu, promotor dari Dragon Fire, Angelo Hyder, pelatih Daud dan Brizuela, Damianus Yordan dan Omar Corro, dan pemilik Harry's Gym, Craig Christian.
Selain mereka, turut hadir juga Rasmanuddin (Indonesia) dan Jason Cooper (Australia) yang akan melakoni pertarungan pembuka untuk memperebutkan titel juara Asia Pasifik kelas bantam super versi IBO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Brizuela menjawab pertanyaan yang diajukan, Craig tiba-tiba menyeletuk: "Kami harap dia datang ke sini untuk bertarung, bukan lari seperti chicken (pengecut, red)."
Jawaban Craig disambut dengan tepuk tangan. Sementara Daud hanya tersenyum.
Ucapan Craig didasari oleh kebiasaan Brizuela yang kerap bermain bertahan sembari menunggu kesempatan untuk melakukan counter. Daud sendiri menilai bahwa gaya main Brizuela berbeda dengan petinju Amerika Latin kebanyakan.
"Saya harap dia tidak lari seperti (Lionel) Messi atau (Diego) Maradona," timpal Damianus, pelatih yang juga kakak kandung Daud. Sama seperti dua bintang sepakbola yang disebut itu, Brizuela juga berasal dari Argentina.
Ucapan Damian kembali mengundak tepuk tangan dan gelak tawa. Tapi Brizuela tidak diam saja. Lewat penerjemahnya, dia mengatakan demikian:
"Mungkin saya yang akan memukulnya dengan kecepatan seperti Messi dan Maradona."
"Saya juga akan membuatnya tersungkur seperti ayam (chicken, red)."
Psy-war juga terjadi antara Rasmanuddin dan Cooper. Rasmanuddin optimistis bisa menang dan bahkan menegaskan bakal meng-KO Cooper. Jawaban Cooper? Dia enteng saja dengan mengatakan siap meladeninya.
(roz/a2s)











































