Naik Limosin, Daud Datang ke Arena Timbang Badan

Laporan dari Australia

Naik Limosin, Daud Datang ke Arena Timbang Badan

- Sport
Jumat, 05 Jul 2013 17:18 WIB
Naik Limosin, Daud Datang ke Arena Timbang Badan
detiksport/rossi
Jakarta - Perth dinaungi matahari yang sedang terang-terangnya. Sekelompok fotografer berkerumun di depan Metro City, Perth, menunggu kedatangan seseorang. Tak lama sebuah limosin ber-merk Hummer tiba.

Siang itu, Jumat (5/7/2013), Metro City menghelat acara timbang badan para petinju yang rencananya akan bertarung Sabtu besok. Tempat yang biasanya jadi semacam night club dan tempat menggelar konser itu akan menjadi arena tempat pertarungan besok.

Ada petinju-petinju seperti "Baby Pete" Mitrevski Jr., Jeremy van Dieman, dan Andrew Green yang rencananya akan bertarung besok. Tak ketinggalan pula dua petinju Indonesia, Rasmanudin dan Daud Yordan. Rasmanudin akan bertarung menghadapi Jason Cooper untuk memperebutkan gelar juara Asia Pasifik kelas super bantam versi IBO. Sementara Daud, yang akan berlaga di pertarungan utama, bakal menghadapi Daniel Brizuela.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi sebelum siang pada Jumat itu tiba, Perth menyentuh suhu 3 derajat celcius. Pagi yang cukup dingin. Tapi menurut Daud, justru di cuaca seperti ini dia menikmati latihan. Cuaca dingin, diakuinya, justru membuatnya lebih segar.

Dia menyebut, hari-harinya kini diisi dengan latihan ringan pada malam hari dan menjaga kondisi tubuh. Bahkan satu malam sebelum timbang badan, Daud masih menyempatkan latihan ringan. Biasanya dia berlatih pada pukul 11 malam dan berakhir sekitar satu jam kemudian. Latihan terakhir jelang timbang badan pun tidak jauh berbeda.

"Di sini kami memang cuma latihan saja. Tinggalnya nggak jauh dari Harry's Gym. Nggak ada masalah dengan cuaca, karena kami nggak ke mana-mana. Biasanya habis latihan kembali ke kamar dan menyalakan penghangat," kata kakak sekaligus pelatih Daud, Damianus Yordan.

"Makanan pun nggak ada masalah. Kami masak sendiri. Nggak jauh dari tempat tinggal ada pedagang China. Kebetulan dia bisa bahasa Indonesia, jadi kami beli beras dari dia," lanjut Damianus.

Daud menetap di Balcatta, sebuah daerah di pinggiran Perth. Selama dua pekan tinggal di sana, aktivitas yang dilakukannya tidak jauh-jauh dari latihan dan chatting dengan orang-orang terdekat via laptop pribadinya.

"Daud akan tiba sekitar lima menit lagi. Dia bakal datang dengan limo. Mungkin kalian mau mengambil gambarnya?" kata salah seorang staf Metro City kepada para fotografer. Tawaran itu kemudian ditanggapi dengan anggukan.

Yang ditunggu-tunggu pun datang. Dia turun dari limosin dengan mengenakan setelan jaket dan celana training hitam, lalu kemudian menyapa. "Halo, apa kabar?" ucap Daud.

Setelah meladeni permintaan para juru foto untuk berpose di depan limosin, Daud pun masuk ke dalam arena, di mana dia akan melakoni acara timbang badan. Daud menyebut bahwa acara timbang badan, seorang petinju bisa merasakan tekanan yang teramat besar. Ada perasaan tegang, takut-takut berat mereka melebihi ketentuan.

"Sangat bisa (tertekan). Karena sebelum mengalahkan lawan, harus mengalahkan diri sendiri. Bagaimana kita mau mengalahkan lawan, kalau mengalahkan diri sendiri belum bisa?" tukas petinju 26 tahun itu.

"Ketika kita sudah bisa mengalahkan diri kita sendiri, baru bisa kita mengalahkan lawan," tambahnya.

Daud kemudian mengatakan bahwa dia mengusahakan segala hal agar dirinya tidak kelebihan berat badan. "Saya mengatur pola makan saya, waktu tidur saya. Kalau tidak diatur, kelebihan beratnya bisa kebablasan."

Kelebihan berat badan jugalah yang hari itu dialami oleh Rasmanuddin. Ketika Cooper, calon lawan Rasmanuddin, tidak mengalami masalah, petinju berjuluk "The Lost Boy" itu justru kelebihan dua ons. Dia pun diminta menurunkan berat badan sebelum akhirnya ditimbang ulang.

"Seiring bertambahnya umur dan massa otot, berat otomatis juga naik. Tapi, bertanding juga harus tetap di limit. Ada petinju-petinju yang kuat nahan berat badan, seperti Chris John. Saya jenis yang... yaa, karena saya masih bertumbuh," ucap Daud.

Timbang badan pun dilakukan. Daud tidak kelebihan berat badan. Dengan limit weight 61,20 kg, ukuran beratnya adalah 60,98 kg. Sementara sang lawan, Brizuela, ukuran beratnya adalah 60,74 kg. Tak ada masalah juga dengannya.

"Orang tua itu kadang-kadang pikiran. Orang tua saya itu kalau saya timbang berat badan juga ikut-ikutan tidak makan," ungkapnya sembari tersenyum.

"Abang saya sendiri, saya perhatiin, dia juga jarang makan," lanjutnya sembari menunjuk Damianus yang duduk di sebelahnya.

Daud mengakhiri sesi hari itu dengan sebuah permintaan: "Ya, saya minta doa dari masyarakat Indonesia semuanya. Doakan saya menang." Dia kemudian menuruni tangga dan mengarah ke pintu keluar, di mana limosin berwarna hitam itu sudah menunggu.

"Mau coba masuk? Di dalam ada mini-bar," lugasnya santai.



(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads