Event Maraton untuk Bantu Masyarakat dan Sekolah-Sekolah di Sekitar Bromo

Event Maraton untuk Bantu Masyarakat dan Sekolah-Sekolah di Sekitar Bromo

- Sport
Rabu, 10 Jul 2013 16:36 WIB
bromomarathon.com
Pasuruan - Pada 1 September mendatang untuk pertama kalinya akan ada event maraton di kawasan Gunung Bromo. Juga bermisi sosial, event ini diharapkan bisa digelar setiap tahun.

Untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan Bromo, sekelompok orang mengabdikan diri menjadi pendidik di sana. Tahun ini misi mereka mengembangkan perpustakaan di sekolah-sekolah lokal demi menggairahkan lagi minat baca anak-anak dan masyarakat.

Untuk mengumpulkan dana, mereka pun mencetuskan gagasan menghelat lomba lari. Bertajuk Bromo Marathon 2013, tiga kelas yang diperlombakan adalah maraton, half-marathon dan 10K.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kontak klub-klub lari, juga penyelenggara-penyelenggara acara serupa seperti di Jakarta dan Bali. Kita temui mereka lalu dapat berbagai info. Selain itu kita juga dibantu oleh sponsor, media, dan menyebarkan info mulut ke mulut," papar Dedik Kurniawan, co-founder sekaligus project manager Bromo Marathon dalam perbincangan dengan detikSport.

"Kami juga dibantu Milsaa dari Australia. Mereka kelompok relawan yang punya kontak dengan Mentari Buku di Jawa Timur dan menjanjikan akan menyumbangkan sejumlah buku pada acara lomba nanti," sambungnya.

Masyarakat setempat amat antusias menyambut lomba ini karena merupakan pertama kalinya dilaksanakan di daerah mereka. Sejauh ini peserta yang telah mendaftarkan diri lebih dari 500 orang, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Peserta juga tampaknya antusias karena ini sepertinya pertama kali di Indonesia lomba lari diselenggarakan di atas ketinggan 1.700 meter lebih dan mereka ingin membantu masyarakat di sini."

Bromo Marathon ini, bagi Dedik dan kelompoknya, adalah ajang untuk mengaktualisasikan diri dan benar-benar menjadi pengalaman baru untuk mereka. Harapannya, ke depan mereka bisa terus menjalankan kegiatan ini dengan misi berbeda dari tahun ini yang mengambil tema buku baru dan pengembangan perpustakaan.

"Sebelumnya saya pernah ikut acara charity di Merapi, sementara Shane Butler (co founder/manajer umum Bromo Marathon) pernah terlibat di acara-acara serupa di Amerika. Tapi sama-sama belum pernah jadi penyelenggara. Jadi ini debut buat kami semua," tutur Dedik.

"Kita sudah persiapkan ini selama setahun. Kita tahu perlu persiapan matang, terutama dari sisi medis. Ini akan jadi pembelajaran yang luar biasa bagi kami dan kami berharap bisa terbayar dengan kesuksesan acara. Semoga ini juga bisa berlangsung tiap tahun," sambungnya.


Bromo Marathon terbuka untuk umum dan tak ada syarat khusus baik bagi peserta, donatur, ataupun relawan. Namun bagi peserta di bawah usia 16 tahun diharapkan untuk didampingi kerabat atau keluarga.

Donasi tidak terbatas hanya uang, tapi juga bisa sumbangan buku-buku. Atau jika berminat menjadi relawan, penyelenggara siap menerima dan menempatkan Anda di posisi yang Anda inginkan atau yang sesuai dengan keahlian.

Informasi selengkapnya dapat dilihat di website bromomarathon.com atau twitter dengan akun @BromoMarathon.



(krs/a2s)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads