Hal itu disampaikan Gubernuer Sumsel Aex Noerdin di kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/7/2013) siang, terkait penunjukan Palembang sebagai kota penyelenggara event olahraga internasional itu, dari 22 September sampai 1 Oktober.
"Ini adalah tugas. Sebenarnya keinginan kami untuk menjadi tuan rumah ISG sempat tidak direspons. Namun, setelah ditunjuk kami harus siap," tukas Alex.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, kami menerima dengan ikhlas keputusan ini. Jelas, untuk mempersiapkan ini harus siang malam meski lokasi pertandingan semuanya sudah siap. Terus terang, ini bukan pekerjaan main-main," tegas Alex.
Ia menambahkan, dibandingkan saat menggelar SEA Games 2011, menjadi tuan rumah ISG dipandang lebih berat karena jumlah negara peserta lebih banyal, yaitu 25 negara. Untuk itu pihaknya meminta dukungan semua pihak agar ISG berjalan dengan baik.
Sesuai dengan rencana, event akan dipusatkan di Jakabaring Sport City. Kompleks olahraga ini sebelumnya digunakan untuk PON 2004 dan SEA Games 2011, serta beberapa kali dipakai untuk kejuaraan Asia maupun dunia.
"Ada sekitar 1.759 atlet dan 900 ofisial dari 25 negara yang sudah terdaftar. Jelas ini harus mendapatkan penanganan yang serius meski waktunya singkat."
Untuk akomodasi atlet dan ofisial pihaknya akan memasimalkan Wisma Atlet yang ada dikompleks Jakabaring Sport City. Selain itu juga akan menggunakan hotel-hotel yang ada di Palembang dan sekitarnya.
"Saat ini ada enam hotel baru yang sudah mulai beroperasi. Rencananya kami juga akan mendatangkan kapal seperti SEA Games lalu," lanjut Alex.
Sementara itu, Menpora Roy Suryo menyambut baik kesiapan Sumsel dalam menggelar ISG.
"Tim dari Kemenpora, KOI, Panitia Nasional dan ISSF telah meninjau langsung ke sana (Palembang). Dan ternyata Palembang sudah siap untuk menggelar ISG," ucap Roy.
(mrp/a2s)











































