Bertempat di kantor KONI, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2013), kerja sama dengan Sriwijaya Air itu ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di antara kedua belah pihak.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Sriwijaya Air, karena ini harapan dan cita-cita saya. Kalau satu penerbangan saja bisa kasih diskon, berarti kami diuntungkan, yang mana kemampuan dana kita saja sudah terbatas," ujar Ketua KONI Tono Suratman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemotongan sepuluh persen ini, menurut Tono, bisa menjadi solusi kekuarangan dana dari program pelaksaan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) SEA Games yang mencapai Rp 60 miliar.
Seperti diketahui, sejak mencuatnya persoalan kekurangan dana SEA Games, sempat ada usulan dari Satlak Prima untuk mencoret beberapa cabang olahraga yang dinilai tidak berpotensi mencetak medali emas di Myanmar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya.
Usulan tersebut ditolak Tono. Ia mengatakan masih banyak solusi yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kekurangan tersebut. Kini, ketika ada sponsor yang mengajak kerja sama, peluang Indonesia untuk mengikutsertakan 39 cabang olahraga pada ajang multi event dua tahunan tetap terbuka.
Rencananya, tak hanya para atlet yang akan mendapatkan potongan harga tersebut. Tapi keluarga, Satlak Prima, juga pengurus KONI juga mendapatkan fasilitas yang sama, termasuk pelayanan dan kemudahan dalam reservasi.
"Misalnya kalau chek in penerbangan bisa dua jam sebelum keberangkatan, ini satu jam juga boleh," kata Presiden Direktur Sriwijaya Air, Chandra Alie.
Chandra juga mengungkapkan, akan bersedia menyewakan pesawat Sriwijaya Air untuk para atlet yang akan berlaga di SEA Games nanti. "Ke Myanmar bisa, Sriwijaya siap membantu para atlet untuk mendapat kemudahan," tambahnya.
(mcy/a2s)











































