Curi-curi Waktu Buat Belanja - Hendro Siswanto
|
|
Tapi, Hendro tak bisa melihat keluarganya memakai baju lama sata lebaran. "Saya akan membelikan oleh-oleh untuk orangtua buat lebaran, seperti baju, sepatu. Untuk ibu sama bapak, juga buat dua kakak saya," kata Hendro.
Kebetulan dua kakaknya perempuan semua, jadi tak perlu repot-repot mencari model. Kalau ragu-ragu membelikan baju, Hendro memilih baju, tas, sendal pernak-pernik lebaran.
Hendro juga tak perlu berbelanja ke tempat-tempat yang jauh. Dia memilih tempat yang dekat dengan asrama klub yang dibelanya. Nah, karena musim ini Hendro bekerja di Malang, maka dia akan berburu kebutuhan itu di kota apel itu.
"Waktunya sangat cukup. Saya bisa curi-curi waktu pas libur latihan, jadi pas pulang tinggal saya bawa ke rumah," kata Hendro yang mudik ke Tuban, Jawa Timur.
Selain menyiapkan oleh-oleh untuk keluarga, Hendro menyisihkan pendapatannya untuk zakat fitrah. "Saya sudah transfer ke orang di rumah untuk dibayarkan. Selain itu saya juga menyisihkan untuk orang yang kurang mampu di sekitar mess di Malang," kata dia.
Tahun Lalu di Vietnam, Kali Ini di China - Linda Wenifanetri
|
|
"Sedih pasti ada. Semua juga inginnya bisa salat Id bersama keluarga, kumpul bareng," kata Linda. Apalagi tahun lalu dia juga tak berlebaran di Bekasi, tapi di Vetnam.
Namun Linda tak mau hanya melihat kerugian. Dia berharap bisa mendapatkan berkah Ramadan dan lebaran di negara lain. "Lagipula banyak teman-teman PBSI yang ikut ke China. Mereka itu sudah saya anggap seperti keluarga sendiri, karena sering bersama di pelatnas," tukas atlet 23 tahun itu.
Linda sih berharap saat lebaran nanti tetap ada hidangan khas seperti ketika dia berada di rumah. "Ada ketupat sayur dan rendang. Itu yang tidak bisa ketinggalan," kata dia.
Mudik Bawa Sepeda - Risa Suseanty
|
|
Ratu downhill Asia Tenggara itu merasa Idul Fitri kali ini kurang lengkap buat dia. "Hampir beberapa tahun ini,Β pelatnas sedang berat-beratnya saat ramadan. Jadi hampir semua atlet, termasuk saya tidak puasa," kata Risa. Maklum, SEA Games sebagai event yang dituju Risa dkk di pelatnas balap sepeda sudah semakin dekat, dan para pelatih tak bisa mengurangiΒ porsi latihan meski bulan puasa bergulir.
Buat Risa lebaran patut dirayakan jika puasa sebulan penuh tuntas dijalankan. "Ada kemenangan yang dirayakan. Lha kalau enggak penuh puasanya mau merayakan apa?" tutur istri Steven Wong itu.
Namun, pelatih tetap memberikan libur selama lima hari saat lebaran tiba. Itupun tak berarti para embalap, termasuk Risa bisa istirahat total. Mereka tetap dibekali menu latihan.
"Jadi saya mudik tetap bawa sepeda. Meski latihannya tidak berat atau tidak dipantau langsung pelatih tapi tetap harus berlanjut," kata perempuan yang senang gonta-ganti warna rambut itu.
Risa asyik-asyik menjalankan aktivitas itu. Toh, kegiatan tersebut sudah dijalani sejak dia menekuni profesi sebagai atlet.
Sopir Antarprovinsi - Galank Gunawan
|
|
"Kumpul keluarga itu sangat menyenangkan. Sudah setahun saya tak pulang," ungkap Galank. Sebelum bergabung dengan timnas, Galank sibuk dengan jadwal kompetisi yang harus diikuti klubnya, Satria Muda Britama.
Acara khusus yang dinantikan adalah perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah, ke Tulungagung, Jawa Timur. Bersama kakak dan kedua orang tuanya, Galank selalu memilih jalan darat. "Keluarga besar ayah ada di Tulungagung. Sebagai anak bungsu saya sering ditugasi 'nyopir' sepanjang perjalanan," kata Galank.
Meski melelahkan, peran itu cukup dinikmati Galank. Apalagi obat lelah spesial sudah menanti di Trenggalek, Jawa Timur. Ada menu favorit keluarga. "Ada sajian ayam lodho. Rasanya sangat sedap dan tak pernah kelewatan untuk mampir di sana," kata Galank berpromosi.
Kenangan Terkena Petasan - Andik Vermansah
|
|
"Hari kedua lebaran, barulah kami ke Jember, menengok nenek," kata pemain kelahiran Jember pada 23 November 1991 itu. Sejatinya, lanjut Andik, ada saat lebih mengesankan dibandingkan lebaran. Dia menyimpan lebih banyak cerita saat ramadan.
"Dulu waktu kecil itu dapat jatah ronda tiap malam. Terus sebelum sahur keliling-keliling kampung dengan teman-teman di rumah bangunin orang-orang sahur," kenang pemain timnas Indonesia itu.
Usai sahur Andik tak tidur lagi. Dia memilih lari ke masjid untuk salat berjamaah. "Itu pengalaman tak terlupakan."
Nah, malamnya lagi Andik memilih berkumpul dengan teman-teman sepermainan. "Saya suka main petasan. Pernah saya kena petasan juga di tangan, tapi untungnya enggak parah."
Halaman 2 dari 6











































