PGSI Kirim 12 Pegulat ke SEA Games

PGSI Kirim 12 Pegulat ke SEA Games

- Sport
Selasa, 20 Agu 2013 13:55 WIB
PGSI Kirim 12 Pegulat ke SEA Games
detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI) sudah selesai menggelar seleksi sebagai persiapan untuk SEA Games 2013. Hasilnya, 12 atlet hasil seleksi akan diberangkatkan ke Myanmar.

Bertempat di kantor PB PGSI, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (20/8/2013), seleksi sebagai persiapan untuk ajang SEA Games Myanmar bulan Desember mendatang itu dilakukan.

"Seleksi ini sebenarnya sudah diminta Satlak Prima dari 1 Agustus lalu, cuma karena masih ramadan makanya kami sepakat dilaksanakan usai lebaran. Ya sekarang ini,"kata kepala pelatih gulat Bunyamin ketika ditemui usai menjalani latihan di Gelora Bung Karno, Senayan, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah 14 atlet yang terdiri dari lima pegulat putri dan 9 pegulat putra mengikuti seleksi tersebut. Hasilnya, hanya meloloskan 12 atlet. Sementara dua atlet lainnya, Nani Mariani (44 kg) dan Khusnul Amry (84 kg) dipastikan tidak bisa mengikuti SEA Games di Myanmar nanti.

"Ya karena mereka (Nani dan Husnul) tak ada nomornya di Myanmar itu, makanya mereka tidak kami masukkan," jelas Bunyamin.

Dari 21 kelas yang dipertandingkan di Myanmar nanti, Indonesia memang hanya diberi jatah oleh tuan rumah 12 kelas.

"Itu wajar, tuan rumah pasti dapat kelebihan hal itu. Mereka boleh memilih nomor mana yang akan diturunkan, karena mereka ingin dapat emas juga," kata dia. "Selain kita (Indonesia), negara Vietnam, Thailand, dan Filipina juga diberi jatah yang sama," tambahnya.

Mengenai targetnya sendiri, Bunyamin mengatakan, tetap ingin mempertahankan hasil SEA Games lalu, yakni empat emas.

"Targetnya tetap kita ingin hasil SEA Games kemarin terulang," katanya.

Dia juga optimistis gulat bisa meraihnya meski peta persaingan cabang olahraga cukup kuat.

"Persaing Indonesia masih 3 negara, Vietnam, Thailand dan Filipina. Di luar itu, peta persaingannya masih sama. Myanmar juga tidak terlalu," ungkap Bunyamin.

(mcy/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads