Investasi Properti untuk Hari Esok

Masa Depan Atlet di Indonesia (Bagian 3)

Investasi Properti untuk Hari Esok

- Sport
Rabu, 21 Agu 2013 14:53 WIB
Investasi Properti untuk Hari Esok
Ilustrasi: ist
Jakarta - Para atlet cabang olahraga bulutangkis dan sepakbola tak perlu pusing memikirkan kantong masing-masing. Mereka diikat kontrak secara professional oleh klub atau sponsor.

Nasib berbeda menerpa atlet dari cabang olahraga yang relatif tidak populer. Kontrak amatir menjadi bekal menyambung hidup. Bonus besar hanya didapatkan jika berprestasi pada multievent yang agendanya bergulir dua dan empat tahun sekali.

Nah, kenyataan itulah yang membuat banyak atlet coba-coba berinvestasi. Pendidikan tinggi, untuk sementara, tak menjadi pilihan bagi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pebasket Rony Gunawan tegas memilih nilai kontrak tinggi daripada mendapatkan beasiswa kuliah saat ditransfer dari Cahaya Lestari Surabaya ke Satria Muda 2006 lampau. Sebagian uang itu disimpan. Setelah terkumpul dan cukup pemain jangkung berposisi center itu menukarnya dengan rumah di kawasan Kelapa Gading.

Pemain kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, 32 tahun silam itu kemudian juga membeli rumah lagi setelah tabungannya mencukupi. "Rumah yang satu ditempati, yang lainnya mau disewakan," kata Rony.

Keputusan serupa diambil Elga Kharisma Novanda, 19 tahun. Atlet sepeda BMX itu memilih fokus mengejar prestasi di dunianya. "Sekolah memang penting tapi tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang saya raih dari BMX," kata Elga.

Nyatanya Elga mendapatkan beasiswa berlatih BMX gratis di Swiss. "Itu murni undangan UCI," kata juara Thailand Championship 2012 itu.

Secara materi Elga juga sudah meraup bonus Rp 200 juta sebagai peraih medali emas SEA Games 2011. Elga juga merasakan manisnya bonus senilai Rp 150 juta sebagai juara PON Riau 2012.

"Saya belikan rumah agar bermanfaat di esok hari," kata Elga

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads