Pengecekan tersebut diagendakan Roy setelah Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) mengeluhkan kondisi venue panahan yang dinilainya belum maksimal. Tak cuma panahan, ternyata ada sejumlah venue cabang lain yang memiliki kendala.
"Ya memang ada masalah soal venue untuk panahan yang masih belum sempurna, ada juga informasi soal stadion Madya yang belum rampung, dan soal skoring board aquatik yang mengalami sedikit kerusakan modul. Kemarin sudah kami cek, disolusikan tanpa ada tender, karena angkanya juga tidak besar," kata Roy Suryo ketika ditemui di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (21/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia tak ingin menganggap hal ini sebagai persoalan besar. Justru yang menjadi persoalan saat ini adalah akomodasi, dan layanan pendukung transportasi.
"Karena yang diminta itu bukan kamar, tapi lantai. Kami sedang diupayakan, maklumlah, untuk hotel 'kan perlu ada persiapan," katanya.
Mengenai aspek layanan pendukung transportasi, Roy akan mengeceknya langsung dalam kunjungannya nanti.
Selain itu, ia akan meminta ISFF untuk memperpanjang masa suvervisinya di Palembang. "Kan harusnya dua tiga hari kemarin mereka selesai. Tapi kita minta sampai dengan hari Sabtu ada wakil mereka di sana," ujarnya.
Roy mengatakan, pihaknya tidak memberikan tenggat waktu untuk panitia pelaksana menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya sangat percaya persoalan ini sudah clear. Karena ISFF sendiri, kemarin yang saya dengar hal itu bukan menjadi persoalan besar. Karena perkembangan ISG-nya cukup baik ya. Jadi respons dari berbagai negara-negara peserta cukup positif," simpulnya.
ISG akan dihelat dari 22 September sampai 1 Oktober.
(mcy/a2s)











































