Sebelum bertolak ke Myanmar bulan Desember mendatang, Satlak Prima, pengurus pusat cabang-cabang olahraga beserta pelatih sudah menyiapkan beberapa agenda latihan kepada para atlet, sebelum mereka bertarung di tempat sesungguhnya.
Masalah latihan fisik dan tehnik mungkin tak jadi soal. Namun bagi cabang-cabang olahraga yang tidak terukur, ujicoba bisa menjadi kesempatan untuk mereka mematangkan pola kekuatan. Begitu juga dengan tim karate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal mengaku, sampai saat ini baru dua agenda ujicoba yang sudah dan akan ia jalani: Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Filipina, April lalu, dan Kejuaraan Dunia di Finlandia Akhir Agustus 2013.
"Padahal cabang olahraga kami bukan cabang terukur. Jadi harus main jam terbang dan perbanyak try out untuk menambah pengalaman dan ilmu. Kenyataannya persiapan SEA Games kali ini, try out kurang."
Dibandingkan dua tahun lalu, menurut Faisal, tahun ini adalah tahun yang uji cobanya sedikit sekali. "Dua tahun lalu itu try out bisa sampai delapan kali, tapi ini hanya dua sampai tiga kali. Yang terakhir itu ujicoba di Islamic Solidarity Games (ISG), itu juga masih September nanti," katanya.
Ia juga menyayangkan ada beberapa program ujicoba yang akhirnya tidak bisa diikuti, karena jadwal yang bentrok, misalnya Swiss Open yang dilaksanakan bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Finlandia.
"Ya mungkin karena baru tahu belakangan juga, visa sudah diurus. Jadi mau tidak mau yang tetap pergi ke Finlandia, dan tidak bisa ikut yang di Swiss," sambungnya.
Kendati demikian, ia tak ingin hal ini menjadi meruntuhkan semangatnya untuk berjuang di SEA Games nanti. Sekalipun ia belum bisa memetakan kekuatan lawan, tapi Faisal meyakini target emas tetap di tangan, karena telah melakukan persiapan sejak Juni .
"Yang penting sekarang adalah dukungan dan motivasi untuk kami semua," simpulnya.
(mcy/a2s)











































