Pematangan demi pematangan terus diasah Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) kepada para atletnya guna mempersiapkan diri mengikuti Islamic Solidarity Games (ISG), Palembang, 22 September-1 Oktober nanti.
Tak cukup latihan, PBTI juga memompa atletnya dengan memberikan dorongan motivasi. Hal itu tampak dari latihan yang digelar kemarin (29/8) sore, di Cibubur, Jakarta. Salah satu pelatih taekwondo, Bambang Wijanarko, terlihat terus menggenjot atletnya dengan memberikan semangat ketika mereka latihan.
Sejumlah atlet yang mengikuti latihan pun begitu giat dan memperhatikan intruksi pelatih. Berulang kali Bambang juga kerap memberi penegasan agar tidak ragu ketika akan menendang keras lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, hal ini penting guna menunjang perfoma para atletnya di Palembang nanti.
"Biasanya semakin dekat waktu, semangat atlet mudah kendur, jadi kita terus memompa mereka dengan melakukan latihan pagi sore, sesekali mereka kita berikan kata motivasi supaya kebiasaan-kebiasaan mereka yang sudah baik bisa dipertahankan sampai pertandingan nanti," tambahnya.
Kendati begitu, ia mengakui, kendala tehnik maupun non-teknik pasti ada, seiring perjalanan mereka mempersiapkan diri.
"Biasanya hal-hal tehnik pada saat latihan misalnya, ketika bloknya yang belum utuh, tendangannya juga masih belum akurat, itu yang harus diperbaiki," terangnya
"Soalnya kejuaraan taekwondo kali ini peraturannya sudah berbeda. Atlet harus menggunakan body protector, ini untuk melihat apakah akurasi tendangannya tepat atau tidak. Kalau dulu 'kan tidak, tendang, kena sedikit sudah dapat nilai. Jadi itu yang kita matangkan," tambahnya.
Di lain sisi menjadi tuan rumah terselenggaranya sebuah pesta olahraga menjadi keuntungan tersendiri. "Ya memang ini bisa jadi peluang kita juga untuk meraup medali (emas) sebanyak-banyaknya. Tapi saya kira gini, dari semua aspek, tentu kita juga harus persiapkan atletnya dan pelatihnya juga. Tidak bisa asal gitu saja, itu yang pertama," kata dia.
Yang kedua, sambungnya, pihaknya juga butuh dukungan dari masyarakat setempat. "Mainnya kan di Palembang, kita butuh dong support itu, karena bisa jadi semangat juga buat para atlet saat mereka di lapangan."
Lebih dari itu, sebuah target juga tetap dicanangkan sebagai motivasi khusus pada pertandingan. "Kalau kerja tak ada target kan percuma. Entah kita jadi tuan rumah, maupun tidak, target harus selalu kita canangkan," ucapnya.
(mcy/roz)










































