ISG Masih Terkendala Peralatan

ISG Masih Terkendala Peralatan

Mercy Raya - Sport
Senin, 02 Sep 2013 17:23 WIB
ISG Masih Terkendala Peralatan
Jakarta - Sekitar 10 hari lagi, 400 atlet dan ofisial dari negara-negara yang mengikuti Islamic Solidarity Games (ISG) bakal datang ke Palembang, Sumatera Selatan. Namun sampai saat ini, pengadaan barang/jasa belum juga capai titik terang.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertandingan ISG, Joko Pramono, ketika dihubungi detikSport, Senin (2/9/2013).

"12 September nanti, target 400 atlet sudah masuk ke Indonesia, tapi untuk perangkat pertandingan sepakbola dan basket belum ada yang jelas," kata Joko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak hanya itu, dana juga belum ada yang cair, medali dan uniform juga belum dipesan, dana untuk alat pertandingan juga belum cair. Jadi stres saya, ini ISG jadi apa nggak sebenarnya," tambahnya.

Pemerintah sendiri sebelumnya, dengan alasan waktu yang terlalu mepet, menyepakati untuk melakukan penunjukan langsung terkait pengadaan barang/jasa penyelenggaraan ISG 2013.

Tapi hingga draft keputusan penunjukan langsung dibuat, panitia pelaksana belum mendapat payung hukum yang jelas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum ada tanda-tanda akan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) soal penunjukan langsung tersebut. SBY sendiri sedang melakukan lawatan ke tiga negara, antara lain Kazakhstan, Polandia, dan Rusia, Minggu (1/9/2013) sampai 7 September mendatang.

"Saya tidak mengerti lagi, pemimpin itu bagaimana. Karena ini saja sebenarnya sudah terlambat, sekarang sudah tanggal 2 September, 10 hari lagi atlet-atlet luar sudah pada datang, berbahaya ini kalau gagal," terang Joko.

"Selain harus membayar kerugian akomodasi mereka, karena mereka pasti sudah booking pesawat, ada nama bangsa Indonesia juga yang dipertaruhkan. Negara ini bukan negara saya sendiri, tapi kenapa saya yang stres."

Joko sendiri menyambut baik soal keputusan pemerintah terkait penunjukan langsung. "Tapi kalau dasar hukumnya nggak ada, ya sama saja," katanya.

"Ini kan sebenarnya tinggal nunggu payung hukumnya saja. Bagi perusahaaan yang percaya sama saya, bisa saja. Untung-untungan juga, tapi kalau payung hukum penunjukan langsung tidak keluar, bagaimana?"

Ia pun berharap, hal ini bisa dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pasalnya waktu penyelenggaraan sudah semakin dekat. Belum lagi ada beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan lebih awal. Diantaranya, basket (15/9) dan sepakbola (16/9).

"Saya harap persoalan ini segera dapat solusi. Karena presiden (Susilo Bambang Yodhoyono) itu sedang melakukan lawatan, baru pulang sekitar 8 September 2013, kalau nunggu beliau lagi, pasti mepet sekali waktunya," katanya.

(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads