7 Wacana dari KONI untuk Menpora
Selasa, 02 Nov 2004 17:17 WIB
Jakarta - Menpora Adhiyaksa Dault menerima masukan tujuh wacana kebijakan dalam pertemuannya dengan pejabat teras KONI, Selasa (2/11/2004). Menpora berjanji akan menindaklanjuti masukan tersebut.Dalam pertemuan yang digelar di kantor KONI Pusat, Gelora Bung Karno Jakarta, Menpora Adhiyaksa Dault mengungkapkan tekadnya untuk memberikan yang terbaik demi prestasi olahraga Indonesia. Dalam pandangannya Menpora menilai bahwa olahraga bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata dunia.Dipaparkan oleh KONI, Menpora mempunyai peranan besar dalam membat kebijakan (policy) dan memayungi operator-operatornya yakni dirjen olahraga dan KONI. Untuk itu KONI memberi masukan tujuh wacana kebijakan untuk Menpora.Tujuh wacana kebijakan yang dimaksud ialah mendorong untuk disahkannya UU olahraga, pengadaan sekolah olahraga seperti Ragunan di setiap provinsi, pengadaan sarana olahraga seperti lapangan, kolam renang dan gedung olahraga di setiap kecamatan, kemudahan untuk atlet berprestasi mendapatkan sekolah atau lapangan kerja dan dana pensiun untuk atlet berprestasi dunia, mewajibkan atlet berprestasi untuk memperkuat timnas, dan yang terakhir penganggaran dana.Menpora menyambut baik masukan KONI itu. Ia yakin akan menjalankan tugasnya dengan baik kalau wacana kebijakan itu bisa terlaksana. "Insya Allah tujuh kebijakan ini bisa saya lakukan. Jadi saya akan aman-aman saja," kata Adhyaksa. Masih di depan pejabat teras KONI, Adhyaksa sempat menjelaskan pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum KONI Agum Gumelar di Istana Negara kemarin. Dalam kesempatan tersebut Mnepora mengungkapkan rencananya untuk menggalakkan olahraga serta pengadaan dana abadi untuk atlet.Sayangnya untuk lebih lanjut Menpora masih menunggu pembentukan struktur staf terlebih dulu. Tanggal 8 November struktur staf Menpora akan diserahkan ke Menpan (Pendayagunaan Aparatur Negara). Setelah itu Menpora berencana untuk membuat rapat koordinasi sebelum ia memamparkan program kerjanya kepada presiden.Mengenai masalah di tubuh PSSI, Menpora memilih sikap untuk tidak turut campur dahulu. "Masalah internal seperti itu saya belum mau masuk. PSSI bukan wilayah saya. Wilayah kami adalah kebijakan". tuturnya.Menpora pun menambahkan bahwa dirinya sangat memohon dukungan berbagai pihak termasuk wartawan. Adanya masalah komunikasi dengan wartawan (dalam diskusi olahraga) beberapa waktu lalu, Menpora mengharapkan hal tersebut tidak sampai menggangu keharmonisan antara dirinya dengan wartawan. "Keharmonisan dengan wartawan penting sekali. Masalah itu telah selesai secara kekeluargaan. Mudah-mudahan dukungan dari wartawan terus berlanjut," ujarnya. (lom/)











































