Jelang SEA Games, Mental dan Emosi Jadi PR Tim Panahan

Jelang SEA Games, Mental dan Emosi Jadi PR Tim Panahan

Mercy Raya - Sport
Kamis, 05 Sep 2013 04:01 WIB
Jakarta - Menjelang perhelatan SEA Games 2013 di Myanmar, tim panahan masih menyimpan beberapa pekerjaan rumah, seperti masalah mental dan emosi para atlet.

Hal itu diungkapkan salah satu pelatih tim panahan Indonesia, Endah Sulistyorini. Dia mengatakan bahwa sampai saat ini mental pertandingan diri para atlet masih naik turun.

"Saya pikir PR (pekerjaan rumah) tim panahan sampai saat ini masih mental dan emosi ya, kalau masalah strategi atau tehnik masih bisa " kata Endah ketika ditemui di sela-sela latihan tim panahan, di Senayan, Rabu (4/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endah menjelaskan, kekurangan itu terlihat ketika mereka mulai berkompetisi. "Kalau mulai lomba, lihat lawannya lebih bagus, mereka suka langsung ciut, masih gugup, kadang juga suka banyak mikir, aduh skor saya jelek, atau saya tidak bagus, itu kan sudah tidak percaya diri," terangnya.

Begitu juga dengan emosi. Menurut dia, atlet kerap sulit untuk mengendalikan emosinya ketika bertanding. "Kan biasanya kalau mulai tanding itu emosi atlet sedang tinggi-tingginya, makanya itu yang masih perlu dibenahi."

Sejauh ini, tambahnya, pihaknya bersama tim pelatih panahan yang lain sudah melakukan cara untuk mengatasi hal itu.

"Ya kita coba menentramkan atletnya dengan memberi mereka kepercayaan. Tinggal atletnya saja mau bekerja sama sama pelatihnya atau engga, karena kalau sudah saling percaya keharmonisan bakal terbentuk, mereka juga lebih percaya diri," ujarnya.

Selain itu, tentu dengan dukungan peralatan. "Mereka kan tidak percaya diri juga karena fasilitas kurang memadai, aspek pendukungnya tidak ada, bagaimana mau memperbaiki diri."

"Tapi kita juga tidak bisa bilang, bagaimana ya nanti. Tapi apapun keadaannya kita harus siap," katanya.

Mengenai banyaknya kendala selama persiapan pelatnas, dia juga tak ingin atlet ambil pusing. "Saya tidak pernah bilang ke atlet soal masalah yang ada. Karena itu malah menurunkan mental si atlet, jadi engga fokus. Yang penting sekarang mereka tetap latihan saja, dan lakukan yang terbaik saat pertandingan nanti," ujarnya.

Senada dengan Endah, pelatih kepala panahan, Daniel Lumalesil juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan, sampai saat ini timnya terus digembleng dengan latihan setiap pagi dan sore, kurang lebih selama seminggu.

"Latihannya itu Senin-Sabtu. Cuma Rabu dan Sabtu itu latihannya hanya setengah hari, kalau istilah di olahraga kita sebut 5:1," katanya.

Di luar agenda rutin, kata dia, rencananya satu bulan sebelum tim panahan bertolak ke Myanmar, tim inti panahan akan melakoni latihan di satu tempat yang cuacanya hampir sama dengan Myanmar.

"Tempatnya masih dicari. Fungsinya untuk adaptasi saja, karena di Myanmar katanya suhu udaranya sekitar 15 derajat, nah kita mau cari tempat yang seperti itu, agar sampai sana (Myanmar) mereka langsung bisa adaptasi," simpulnya.

SEA Games 2013 akan berlangsung 11 Desember-22 Desember 2013 mendatang di Myanmar.



(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads