Dinasti Olahraga Indonesia (3)

Sandow Mendobrak Gaya Kuno Lifter Nasional

- Sport
Senin, 09 Sep 2013 18:03 WIB
AFP
Jakarta - Sandow Weldemar Nasution, 32 tahun, tak risi dengan stempel lifter yang melekat kepadanya. Sulung dari dua bersaudara itu asyik-asyik saja saat menekuni cabang olahraga tersebut di usia ABG.

Sulung dari dua bersaudara itu tak pernah peduli dengan anggapan publik yang masih memandang sebelah mata angkat besi. Dia justru tertantang menjadikan olahraga itu bisa dinikmati anak-anak gaul dan jadi gaya hidup kalangan muda.

Maka, Sandow tak mau tampil biasa-biasa saja. "Saya bikin tato dan banyak tindik, dan ikut balapan demi mengangkat pamor angkat besi," seloroh Sandow.

Sandow kini mempunyai enam tato dan 11 piercing. Sebagian tato itu dibuat sebagai penanda even yang diikuti. Motifnya sih memang tak nyambung benar, alumni Univeristas Gunadarma itu merajah tubuhnya setiap kali ikut serta pada even besar seperti SEA Games atau Olimpiade. Sementara soal tindikan, dia membuat sesuka suasana hati saja. Di telinga, bibir atau alis, Sandow tak butuh nunggu event khusus.

Kesukaan Sandow terhadap tato dan piercing tak dihalangi kedua orang tuanya, Sori Enda Nasution dan Deby Susanti Kabilaha. Sandow memang sempat takut kedua orang tuanya bakal marah besar dengan tato pertama. Sori Enda dan Deby Susanti ternyata 'cuma' kaget saat pertama melihat namun kemudian santai saja dengan pilihan anaknya. Toh prestasi Sandow sepadan dengan gayanya.

"Saya sudah tunjukkan kepada teman-teman yang pernah meledek saat saya mencoba angkat besi dahulu kala. Dari angkat besi kehidupan saya bisa lebih baik daripada mereka," kata Sandow, yang hasil pernikahannya dengan Maxima Rizado menghasilkan buah hati laki-laki bernama Sabrio Haidar Mengga Nasution.

"Saya ingin jadi role model buat lifter Indonesia," kata pria yang berulang tahun setiap 2 Maret 1981 tersebut.

Saking gemesnya dengan penampilan teman-temannya di angkat besi yang setia dengan gaya jadul dan apa adanya Sandow tak segan menggertak para juniornya. "Saya bilang saja: penampilan seperti kamu itu sudah ada sejak angkat besi 1980-an, gaya sedikit," kata Sandow.

Selain hobi melukis tubuh dan piercing, Sandow punya kegemaran lain khususnya pada bidang otomotif. Selain kerap berganti mobil, kegiatan lainnya di luar angkat besi adalah balap motor memodivikasi Vespa.

Sandow juga sohor di komunitas sepeda BMX. Ada 14 sepeda yang jadi koleksinya. Sejatnya freestyle BMX adalah hobi lamanya. Malah dia lebih senang sepeda BMX daripada angkat besi saat masih Sekolah Dasar. Kini dia juga sedang senang-senangnya mengulik dan memodifikasi RC.

===

Artikel sebelumnya:

Dinasti Olahraga Indonesia (Bagian 1): Mainaky Bersaudara: Meraih Prestasi, Membibit Generasi
Dinasti Olahraga Indonesia (Bagian 2): Gagang Sapu yang Melanjutkan Dinasti Angkat Besi Nasution
(fem/din)