Cabang Olahraga Baru, Petanque Masih Minim Ujicoba

SEA Games XXVII

Cabang Olahraga Baru, Petanque Masih Minim Ujicoba

Mercy Raya - Sport
Kamis, 12 Sep 2013 12:57 WIB
Jakarta -

Setelah gagal dapat medali di SEA Games sebelumnya, tim petanque Indonesia menargetkan meraih dua emas tahun ini. Sayangnya persiapan masih belum maksimal karena jatah ujicoba yang sangat minim.

Olahraga pentaque masih sangat asing di Indonesia. Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) saja baru terbentuk pada 2011 lalu, itupun karena cabang tersebut ikut diperlombakan pada SEA Games di Palembang dua tahun lalu.

Ketika itu tim Indonesia gagal meraih medali, dengan hasil terbaik hanya menembus babak perempatfinal. Kembali dapat kesempatan untuk tampil di SEA Games, FOPI memasang target dua emas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegagalan memperoleh medali dua tahun lalu, tentu menjadi motivasi tersendiri buat kami untuk membuktian di Myanmar nanti. Makanya saat ini kami benar-benar mempersiapkan diri dengan baik sekali," kata Iwan Rosyidi ketika di hubungi detiksport, Kamis (12/9/2013).

Berbagai program latihan pelatnas bahkan sudah mereka persiapkan, dan jalani sejak Maret lalu. Sayangnya itu dianggap tidak cukup lantaran ujicoba yang dilakukan masih sangat minim. Padahal Thailand sebagai salah satu pesaing utama sudah mengirim 14 atletnya berujicoba ke luar negeri.

Namun keinginan menggelar ujicoba tersebut harus dikubur karena Satlak Prima hanya mengabulkan dua permintaan untuk menggelar laga ujicoba. Yang pertama Kejuaraan Petanque Fasific, di Brunei Darusalam, Juni 2013. Sementara yang kedua adalah Asian Petanque and Junior Champhionship, di Bali, 23 Oktober mendatang.

"Yang Bali ini, kebetulan kita yang jadi tuan rumah, jadi try in-nya disitu. Tapi itu kan tidak cukup, tetap harus banyak melakukan uji coba dalam maupun luar. Karena semakin banyak uji coba, mental tanding atlet juga semakin kuat, pengalamannya juga banyak," terangnya.

Minimnya uji coba juga disayangkan oleh manajer petanque Djupri Noor Bey. Ia mengatakan, idealnya itu atlet harus melakoni try out sekitar tiga kali dan try in dua kali.

"Tapi mau bagaimana lagi, kita sudah ajuin programnya dan jadwal sudah masuk di awal tahun lalu. Tapi kalau programnya ada, duitnya engga ada, ya sama saja. Akhirnya kita adu kompetisi antar atletnya saja," terangnya.

Tak hanya minimnya uji coba, laiknya cabor lain peralatan yang digunakan untuk pelatnas pun rupanya menjadi kendala lain. Padahal PB FOPI telah mengajukan permohonan untuk menambah fasilitas. Namun hingga kini pemerintah belum mengabulkan. Walhasil mereka pakai peralatan lama.

"Ya akhirnya kita pakai peralatan lama, bekas SEA Games kemarin. kan konyol tuh, padahal kondisi untuk shooting kit-nya sudah penyok-penyok. Seragam untuk latihan juga tidak ada,” seloroh Iwan.

Meski dalam kondisi penuh keterbatasan dan jauh dari sempurna, atlet-atletnya pentaque tak lantas putus semangat.

"Mereka itu bangga bisa masuk pelatnas, walau peralatan terbatas tapi semangat mereka luar biasa. Kami menargetkan dua emas, dari nomor mix double dan mix triple,” ujarnya mantap.

Petanque Indonesia akan menurunkan 14 atlet untuk berpartisipasi di tujuh nomor pertandingan. Mereka yang mewakili Indonesia adalah Sahid Prihatono dan Ferry Hidayat (double putra), Hadi Aulia Rachman (shooting putra), Triya Mariana dan Dwi Anjani (double putri), Nyimas Nuraini (shooting putri), M. Dedi Yuliansa dan Annisa Alfath (mix double), Ahmad Kauli, Feri Erza Putra, dan Dian Charisma Juliantine (mix triple), Lembaut, Lena Indayati dan Putri Indah Gebi Rachmawati (mix triple).

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads