Maryati Ingin Ganti Perak dengan Emas di SEA Games 2013

Maryati Ingin Ganti Perak dengan Emas di SEA Games 2013

Mercy Raya - Sport
Rabu, 18 Sep 2013 12:02 WIB
Maryati Ingin Ganti Perak dengan Emas di SEA Games 2013
detiksport/raya
Jakarta - Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, namun Maryati, atlet pelatnas pencak silat Indonesia, masih berkutat dengan tendangan-tendangannya.

Di ruang terbuka beralaskan matras itu, perempuan kelahiran Penujak, 31 Desember 1982 itu, bersama sejumlah atlet lain melakukan latihan teknik yang diinstruksikan sang pelatih, Ika Lesmana.

Berulang kali peraih medali emas Belgia Open 2013 itu juga harus menerima koreksi dari sang pelatih. Beberapa kali pukulan ataupun tendangannya dinilai kurang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di waktu yang tersisa tiga bulan memang bukan perkara mudah bagi cabang olahraga pencak silat untuk bisa mempertahankan gelar juara umum yang diperoleh di SEA Games dua tahun lalu.

Selain Indonesia yang tak lagi menjadi tuan rumah, nomor-nomor yang dipertandingkan juga jauh lebih sedikit ketimbang sebelumnya. Jadi, jika tak benar-benar dimaksimalkan proses latihannya, bisa jadi gelar juara cabang pencak silat Indonesia bakal tergeser.

Namun rasa pesimistis itu ditepis oleh Maryati. Ia optimistis timnya bisa memberikan yang terbaik di Myanmar nanti. Terlebih bagi dia yang ingin sekali bisa membawa pulang medali emas, setelah SEA Games 2011 harus puas dengan perolehan perak.

"Target emas sudah pasti, karena SEA Games kemarin (2011) saya hanya dapat perak," kata Maryati ketika berbincang-bincang dengan detiksport di padepokan pencak silat, di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2013).

Ia pun sadar, untuk memperoleh sebuah kemenangan butuh latihan yang ekstra keras, mengingat peta kekuatan masih dimiliki negara Vietnam.

"Vietnam itu masih rival terberat saya. Waktu SEA Games kemarin saja saya gagal dapat emas karena kalah dari atlet Vietnam, padahal saya sudah empat kali bertemu dia, tapi tetap kalah terus," ujar Maryati,” kenang Maryati.

Rasa ingin mengalahkan Vietnam itu pula yang akhirnya menjadi motivasi terbesar dia agar bisa menang. Apalagi, di SEA Games mendatang ia akan turun di kelas 70-75, kelas yang berbeda dari sebelumnya kelas 60-65.

Pergantian kelas ini secara otomatis menjadi sebuah keuntungan besar bagi Maryati karena ia akan bertemu dengan lawan yang berbeda, asal Vietnam.

"Mudah-mudahan bisa, soalnya nanti saya tidak akan bertemu rival saya itu, tapi bertemu dengan atlet Vietnam yang lain," terangnya.

Lebih dari itu, sebuah tantangan besar sedianya juga sedang menggelayuti masa latihannya. Sebabnya ia harus ekstra latihan untuk bisa menyesuaikan dengan kelas yang baru.

"Dengan perbedaan kelas ini, ya fisik memang agak kalah dengan yang dulu. Sekarang saja kalau latihan lari sudah yang ngos-ngosan karena tumpuan berat badannya yang lebih besar juga," ungkapnya.

"Sementara kalau dulu itu, larinya masih enak. Tapi ya tetap harus dikejar untuk memperbaiki nafas dan fisik saya juga," katanya lagi.

Melakoni latihan double di luar jam latihan pelatih, juga dilakukannya demi mencapai hasil yang maksimal.

"Ya mau tidak mau, karena untuk tambah kekuatan fisik juga. Sekalian kalau ada yang kurang, seperti tekniknya misalnya, itu bisa perbaiki saat latihan sendiri. Nafas hilang-hilang saat latihan, saya bisa kejar di latihan fisik yang saya program sendiri," terangnya.

"Biasanya saya kejar fisik itu dengan latihan lari jarak pendek 100 meter. Di luar itu saya juga melakukan fitnes dua kali seminggu," tambahnya.

Dengan waktu yang tersisa tiga bulan ini, Maryati pun berharap apa yang ditargetkan dia bisa tercapai. "Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan ini bisa terbayar, target juga tercapai," katanya.

"Saya juga akan minta dukungan dari orang tua, dan masyarakat, agar didoakan supaya saat pertandingan nanti bisa lancar," tutup wanita asal Nusa Tenggara Barat ini mantap.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads