Berbagi Pengalaman di Berlin, Berlari untuk Berbagi

Berbagi Pengalaman di Berlin, Berlari untuk Berbagi

- Sport
Minggu, 22 Sep 2013 19:30 WIB
Jakarta - Tujuh pelari Berlari untuk Berbagi bisa lebih santai saat ambil bagian pada Berlin Marathon 29 September nanti. Mereka sudah diberi cerita pengalaman dari yang sebelumnya mengikuti ajang serupa.

Suami istri Arlan Lukman dan Shinta Arlan tak pelit memberikan resep ampuh untuk menyelesaikan lintasan sepanjang 42 kilometer itu. Pasangan yang bergabung dengan komunitas yang bermarkas di Senayan Senayan Golf Driving Range, Parkir Timur, Senayan itu menjadi kontestan Berlin Marathon tahun lalu.

"Sepanjang perlombaan suasana sangat seru dan heboh. Penonton menjadi pagar betis sepanjang jalur. Sejak titik start sampai finis tak henti-hentinya mereka memberikan dukungan," kata Shinta, 28 tahun, yang pernah menjadi tim PON 2000 Jawa Barat cabang olahraga sofbol itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dukungan itu membuat Shinta melupakan suhu rendah yang mencapai 9 derajat celcius saat perlombaan. "Sebaliknya, saya lebih semangat untuk bergerak dan mencapai finis," kata ibu dua anak itu.

Fazil Alfitri yang ambil bagian 2012 juga mengumbar asyiknya turut serta pada Berlin Marathon. Sejak awal Presiden Direktur Medco Power Energi itu memang sudah mematok target first marathon, yang artinya lolos kualifikasi 40 pelari start pertama.

Dia berpendapat kesiapan mental menjadi bekal utama untuk melahap lintasan. "Kami sudah tergabung dalam Berlari untuk Berbagi, jadi lama-lama kami mencari arti untuk berlari. Kalau hanya untuk senang-senang, liburan atau mengisi waktu itu sangat mudah," kata Alfitri.

"Kami bukan atlet dan mencari tujuan bagaimana agar bisa selesai, karena lari maraton ini untuk berhenti itu mudah tapi jadi tantangan untuk melampaui halangan yang sulit itu," kata Alfitri.

Berlari untuk Berbagi mengirimkan tujuh pelari untuk ambil bagian pada Berlin Marathon, melengkapi tiga pelari umum.

Berlari untuk Berbagi konsisten mewujudkan kepedulian kepada sesama sejak 2009. Komunitas yang dimotori pengusaha Sandiaga Uno itu sudah menjadi donasi untuk 160 yayasan dengan 3.000 individu.

Kali ini keikutsertaan berlari pada jarak 42 kilometer di Berlin itu untuk menggalang donasi bagi Yayasan Hayandra Peduli yang fokus kepada pengadaan operasi gratis penderita bibir sumbing, Yayasan Wisma Tuna Ganda, dan yayasan kesehatan di Tanatoraja, Sulawei Selatan.

Gerakan itu melelang kilometer yang sudah ditempuh kepada donatur. Setiap kilometer dibanderol dengan nominal tertentu. Nantinya dana yang didapatkan akan digandakan oleh Berlari untuk Berbagi.

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads