Tidak seperti perhelatan SEA Games 2011 lalu, perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang tidak terdengar ingar-bingarnya. Venue-venue sepi penonton, para penarik becak pun kesulitan mendapatkan penumpang.
Adem-ayemnya atmosfer ISG sudah terlihat sejak memasuki kawasan Jakabaring Sport Center. Tak banyak kerumunan penonton di sejumlah arena pertandingan termasuk Gelora Bumi Sriwijaya. Yang paling banyak terlihat hilir mudik adalah para pelajar yang memang digratiskan dan dikerahkan untuk menonton pertandingan-pertandingan ISG.
Sepinya penonton dan rendahnya animo masyarakat untuk mengikuti ISG dirasakan pula oleh penarik-penarik becak yang mangkal di pintu masuk Jakabaring. Untuk mendapatkan penumpang yang memerlukan jasa antara ke venue, susahnya minta ampun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kali ini mereka juga mencoba memanfaatkan ISG untuk mengais rezeki. Dengan memakai seragam khusus bertuliskan event dan logo ISG, plus memakai tanda pengenal khusus, para penarik becak itu dapat keluar-masuk kawasan Jakabaring untuk mencari penumpang. Masalahnya, penumpang yang dicari sulit didapat karena memang sepi pengunjung.
"Kami diminta oleh ketua kami untuk mangkal di sini. Tapi kami tidak digaji, kami cuma diperbolehkan cari penumpang. Kami mencari uang sendiri, mencari penumpang sendiri," tutur penarik becak bernama Herman, saat ditemui detiksport di pintu masuk Jakabaring usai mengantarkan penumpang, Kamis (26/9).
Dia mengaku, sudah hampir setengah hari baru dapat satu pelanggan, padahal dirinya sudah stand by sejak jam 8 pagi. Imbasnya, uang penghasilan yang diharapkan bisa lebih banyak lewat ajang ISG itu ternyata tak tercapai.
"Saya sudah di sini sejak pagi. Tapi sepi betul. Baru satu penumpang yang baru saya antar. Sepertinya ISG ini kurang menarik. Biasanya ramai seperti SEA Games. Tapi ini tidak," lanjut Herman.
Kondisi tersebut membuatnya harus lebih sering mondar-mandir di dalam atau luar stadion Jakabaring tersebut untuk mencari penumpang.
"Jadi saya harus bolak-balik cari penumpang. Di dalam juga banyak penarik becak lainnya mereka juga sama masih menunggu."
Sejak perhelatan ISG dimulai, para pengunjung atau pun penonton tidak tampak ramai. Yang justru terlihat lebih banyak justru dari kalangan pedagang.
(ads/a2s)











































