Setelah ISG KOI Minta Pelatnas Fokus pada Cabang-cabang Unggulan

Setelah ISG KOI Minta Pelatnas Fokus pada Cabang-cabang Unggulan

Amalia Dwi Septi - Sport
Senin, 30 Sep 2013 10:50 WIB
Setelah ISG KOI Minta Pelatnas Fokus pada Cabang-cabang Unggulan
Dedeh Erawati usai memenangi final 100 m lari gawang putri (ANTARA/Ismar Patrizki)
Palembang -

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berharap supaya Indonesia ke depan lebih dapat memfokuskan cabang-cabang unggulan di event-event internasional, untuk meningkatkan prestasi.

Hal itu dikatakan Rita yang juga ketua panitia nasional Islamic Solidarity Games 2013, di Hotel Jayakarta, Palembang, Senin (30/9/2013) pagi. ISG akan berakhir besok dan hingga kini Indonesia masih memuncaki klasemen perolehan medali.

"Satu hari menjelang akhir ISG. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang demi Indonesia. Sampai hari ini kita masih di peringkat pertama meski harus bersaing dengan Mesir, yang mana medali emas kita dapatkan dari cabang-cabang unggulan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tentunya berharap Indonesia bisa menjadi juara umum di ISG. Tapi yang jelas, setelah ini kami harus fokus kepada nomor-nomor unggulan untuk menghadapi event-event dunia lainnya," sambung Rita.

"Kami akan melakukan pembinaan bersama-sama dengan Satlak Prima, KONI, KOI untuk fokus kepada atlet-atlet-atlet yang mampu berprestasi dan memfokuskan pada cabang-cabang unggulan yang berpotensi mendapatkan medali emas."

Sementara itu ketua panitia local ISG, Muddai Madang, mengklaim bahwa penyelenggaran event antarnegara Islam itu berjalan sukses.

Ketua panitia daerah ISG Muddai Madang juga menyebut bahwa penyelenggaraan ISG berjalan sukses. Meski sempat mengalami hambatan dana, namun masalah itu sudah tuntas.

"Semua halangan sudah teratasi. Sebagaimana diketahui, dengan ketatnya waktu, kami bisa mendapatkan team work yang baik, SDM yang baik. Semua bisa diatasi sehingga panitia semua siap. Event ini tidak mudah mengingat ada 39 negara yang menjadi peserta," kata Muddai.

ISG dinilai banyak kalangan tidak terdengar gaungnya, berbeda dengan ketika SEA Games 2011 dihelat juga di Palembang. Sebagian besar venue sepi penonton, termasuk cabang paling populer, sepakbola. Baru di final tadi malam saja Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring lebih ramai oleh suporter.

(ads/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads