Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto dalam pesan singkatnya kepada detikSport, Kamis (10/10/2013).
"Proses lelang masih berlangsung sampai saat ini. Karena ada yang sanggah sehingga masih perlu waktu," kata Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lelang sendiri kenapa berjalan lama, karena surat pengajuan dari Prima baru pertengahan September kemarin diajukan ke Menpora. Jadi tanyakan kepada Prima, kenapa lelangnya lama," kata dia.
Seperti diketahui terdapat dua pembagian anggaran peralatan yang dipersiapkan untuk SEA Games mendatang. Yakni peralatan untuk latihan dan perlengkapan lainnya; serta peralatan untuk tanding.
Masing-masing pembagian anggaran untuk peralatan itu, ungkap Yuli, memiliki jumlah nominal yang berbeda. Untuk peralatan latihan misalnya, program anggarannya mencapai Rp 33 miliar. Sementara untuk peralatan tanding masuk ke anggaran pengiriman, total sekitar Rp 49 miliar.
Begitupun dengan proses pengadaannnya punya mekanisme yang beda. Peralatan latihan, pengelolaannya dalam mekanisme bantuan sosial kepada KONI yang nota kesepahamannya ditandatangan Mei kemarin.
"Dari situ tidak bisa langsung diilakukan lelang, Prima harus mengajukan permintaan lelang ke Menpora dengan jumlah fix peralatan yang dibutuhkan (itu prosesnya 15 hari). Setelah itu baru bisa dilakukan lelang, lelang juga engga gampang, karena kalau sudah ditentukan pemenang, yang kalah ini belum tentu menerima, masih ada lagi proses sanggah," terangnya.
"Nanti kalau PPK-nya sudah mendapatkan pemenangnya, dan sudah ditanda tangani, mungkin pengadaan barangnya sudah bisa turun, itupun ada mekanisme lagi, ya itu teknis-lah. Karena yang ditunggu 'kan tanda tangan PPK ini," katanya. Sedangkan untuk peralatan pertandingan masih diverifikasi oleh Tim Verifikasi Dep 4 Kemenpora.
(mcy/cas)











































