Berdasarkan peraturan peserta yang mengikuti SEA Games, yang boleh mengikuti ajang multievent itu adalah cabor-cabor yang tercatat sebagai anggota resmi KOI. Namun belakangan, kelimanya diketahui hanya terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tapi tidak di KOI.
Namun, cabor-cabor tersebut bisa saja tetap ikut SEA Games. Dengan catatan, mereka bisa memenuhi target yang disepakati Satlak Prima dan KOI, yaitu meraih minimal medali perak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βJadi bagi yang anggota target minimal iitu perunggu, sementara untuk yang non-anggota target minimalnya itu perak atau emas.β
Sebagai bentuk jaminannya, KOI meminta para pengurus cabor untuk menulis hitam di atas putih terkait program dan target yang akan dicapai di Myanmar nanti.
βMereka sudah setuju semua, hari ini mereka akan bawa surat itu untuk diberikan kepada kita," ujar Timbul.
Dijelaskan Timbul, kelima cabor ini sedianya sudah mengajukan pengurusan keanggotaan. Namun, tidak bisa direalisasikan karena vovinam, muaythai, petanque, hoki, dan equestrian (berkuda) belum memenuhi persyaratan yang tertera dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga KOI. Salah satu syaratnya adalah menggelar kegiatan (kejuaraan) di minimal 10 provinsi.
βSemuanya sudah mengajukan, tapi belum memenuhi syarat,β katanya.
Anggota KOI sendiri saat ini berjumlah 50, dengan rincian anggota biasa 42 cabor, anggota luar biasa 7 cabor, dan satu anggota istimewa.
(mcy/mfi)










































