Hal itu diungkapkan manajer pelatnas cabang olahraga atletik, Paulus Lay ketika ditanya perihal keterlibatan atletnya dalam ajang Jakarta Marathon 2013. Ia mengaku, tidak bisa menurunkan atletnya karena waktu yang sangat berdekatan dengan persiapan SEA Games.
"Ya tidak bisa ikut, SEA Games 'kan sudah dekat. Kurang dari satu bulan loh, kalau disuruh lari terus malah akan membuat rusak programnya. Makanya kami sarankan untuk tidak ikut dulu," sahut Paulus Pay ketika dihubungi detiksport, Sabtu (26/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga dikatakan President Director Inspiro Endang Mawardi, selaku promotor Jakarta Marathon ketika ditemui di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2013). Ia mengatakan, akan ada sekitar 10 peserta yang berasal dari 50 negara, baik lokal maupun internasional. "Tapi khusus atlet pelatnas memang tidak ikut, karena mereka ada persiapan untuk SEA Games," ujarnya.
Kendati tidak melibatkan para atlet pelatnas, namun Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) bekerja sama dengan Amaury Sport Organisation (ASO) untuk mensukseskan penyelenggaraan event Jakarta Marathon yang bertaraf Internasional ini.
"Dari PASI sendiri akan mengerahkan sejumlah orang untuk menjadi juri, disamping International Association of Athletics federation (IAFF) juga akan ikut menilai peserta nanti," kata Ndang.
"Selain itu, kami juga dari panitia menyediakan ditektor. Namanya IPICO timing system. Semacam chip," lanjutnya.
Jadi setiap peserta akan mendapatkan chip number yang akan dipasangkan di bagian dada dan sepatu mereka. Fungsinya untuk membaca frekuensi pelari. "Jadi kalau seandainya ada pelari yang curang mencari jalan lain, atau naik ojek, di sistem kami akan terlihat," terangnya.
"Ya diharapkan dengan cara ini lomba ini bisa berjalan dengan lancar."
(mcy/din)











































