Sprinter Top Dunia Allyson Felix Berbagi Cerita di Jakarta

Sprinter Top Dunia Allyson Felix Berbagi Cerita di Jakarta

Femi Diah - Sport
Senin, 04 Nov 2013 17:46 WIB
Sprinter Top Dunia Allyson Felix Berbagi Cerita di Jakarta
detiksport/Rengga Sancaya
Jakarta -

Sprinter dunia peraih empat medali emas Olimpiade, Allyson Felix, berbagi pengalaman di Jakarta. Atlet Amerika Serikat itu bicara tentang fisik yang kurang ideal hingga obsesi di Olimpiade 2016.

Felix pernah dijuluki kaki ayam oleh rekan satu timnya di tim basket saat masih kanak-kanak. Dia juga mengenal basket lebih dulu dibandingkan lintasan atletik.
Namun, prestasinya kini sudah mengagumkan.

Felix menjadi pelari termuda dalam sejarah Olimpiade yang pernah memenangi nomor 200 meter. Dia juga memecahkan rekor dunia junior 22,18 detik. Rekor lainnya adalah peraih emas termuda dari nomor 200 meter di kejuaraan dunia Helsinki 2005.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Olimpiade 2012 di London, atlet kelahiran 18 November 1985 itu meraih tiga medali emas sekaligus, yakkni dari 200 meter, 4x100 meter, dan 4x200 meter. Ditambah emas di nomor 4x400 meter di Beijing 2008, ia berarti mengoleksi empat emas Olimpiade.

Secara materi, Felix lebih dari berkecukupan. Dia mempunyai tujuh produk sponsor pribadi.

"Saya mendapatkan sponsor yang bagus-bagus. Itu membuat perjalanan karier saya lebih mudah. Nike sangat menduung saya dalam karier. Saya tidak perlu khawatir untuk soal apparel penunjang, saya cuma harus fokus latihan," tutur Felix pada acara launching Nike Store di FX Sudirman, Jakarta, Senin (4/11/2013) siang.

"Tahun ini menjadi tahun keempat dengan Nike. Ada enam sampai tujuh sponsor. Secara keseluruhan gaji bagus."

Felix menunjuk kerja keras sebagai kunci suksesnya saat ini.

"Saya sudah bekerja keras dari kecil. Jadi tidak terlalu bermasalah seperti atlet lain," kata dia.

Maklum, dia menyadari postur tubuh yang sejatinya kurang cocok untuk menjadi pelari jarak pendek.

"Saya berbeda dari kebanyakan sprinter lainnya. Saya kecil dibandingkan lawan-lawan yang mempunyai postur besar. Tapi saya menerima kondisi tubuh dan mencoba menyesuaikannya dan ternyata saya bisa berkompetisi dengan orang lain. Apapun postur tidak akan menganggu.

"Sekarang menjadi tugas saya. Ke manapun saya pergi, saya mencoba untuk menginspirasi wanita-wanita muda untuk menerima apapun kondisi fisiknya," kata dia.



Felix juga membeberkan alasan kecintaanya kepada lari dan bukan melanjutkan basket sebagai karier profesionalnya. Atmosfer kompetisi perorangan di atletik yang membuatnya jatuh hati.

"Saya lebih menyukai atletik karena olahraga itu menunjukkan dengan jelas siapa juara yang sesungguhnya. Saya menikmati pertarungan dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh dunia. Satu lagi, saya juga senang bepergian," kata putri pasangan Paul dan Marlean Felix.

Selain itu dia juga mempunyai panutan konkret dari lintasan atletik. "Dia Jackie Joyner-Kersee. Dia atlet yang fenomenal dan juga berperan aktif pada kegiatan masyarakat," kata perempuan yang sudah mencicipi tiga kali Olimpiade itu.

"Saya orang yang kompetitif, senang dengan kompetisi, tidak peduli apapun perlombaannya. Saya sangat menikmati kemenangan," kata wanita yang genap berusia 28 tahun pada 18 November nanti itu.



(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads