Demikian disampaikan Ketua Umum Harian Muaythai, Sudirman, ketika ditemui detiksport di kantor KONI, Senayan, Senin (18/11/2013).
Usulan untuk mengurangi jumlah atlet muncul dalam rapat yang digelar Kamis (14/11/2013) lalu antara pengurus muaythai, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 11 atlet yang sudah dipersiapkan ternyata hanya empat atlet yang sudah didaftarkan ke panitia SEA Games. Itupun tidak sesuai," cetus Sudirman.
"Jadi data empat itu sebenarnya data yang tidak vallid. Katanya empat pemain ini potensial. Potensial dari mana? Datanya dari mana? Kabar burung? Mereka (Satlak Prima) datang latihan saja tidak pernah," tambahnya.
"Artinya ada miscommunication kemarin itu. Data Prima ke KOI yang menindaklanjuti keempat atlet (ke panitia SEA Games) ini ternyata tanpa adanya koordinasi secara mendalam ke PB-nya."
Selain itu, pihak Prima maupun KOI rupanya belum tahu hasil dari turnamen Indonesia Open di Bali, Oktober lalu. Atlet-atlet pelatnas muaythai Indonesia berhasil mempersembahkan empat emas, empat perak, dan satu perunggu dari turnamen tersebut. Hasil itu dianggap Sudirman adalah bukti kalau atlet-atletnya layak untuk pergi ke Myanmar.
"Ya kita tetap mengupayakan atlet yang ikut tetap 11, data kita juga sudah dikirimkan ke KOI. Kita tunggu saja keputusan terakhir, KOI 'kan masih rapat. Minggu ini berharap sudah dapat keputusan," sahutnya.
Apabila keputusan KOI tidak sesuai dengan yang diharapkan, PBMI akan tetap mengirim kesebelas atletnya ke Myanmar. Biaya disebutnya akan dutanggung bersama oleh PBMI tanpa berharap bantuan KOI.
"Kita tetap perjuangkan mereka untuk main di sana. Karena begitu banyak biaya yang sudah dikeluarkan, dari pelatnas Januari, kita evaluasi hingga jadi 100 persen. Masa sudah 100 persen harus dipotong lagi jadi 25 persen, enggak masuk akal," terangnya.
"Kalau alasan biaya. Sampaikan kepada kita, kita bersinergi. Toh dari awal sampai sekarang kita tidak pernah dibantu oleh KOI, prima hanya mengakomodir uang saku atlet saya, Itu juga carut marut. Peralatan latihan, sampai satu kaos pun belum ada, tapi itu kita persoalkan? tidak. Katakan sekarang kita yang berjuang atau berkorban, ya tidak apa."
"Apapun kenyataannya kami akan perjuangkan mereka, apakah menggunakan biaya pemerintah, atau swadaya kita. Kita lihat. Tapi saya pikir terlalu naif. Karena itu tidak berapa biayanya. Itu bentuk bantuan mereka sebagai pembina. Itu jika mereka merasa pembina," katanya.
Sementara itu, Ketua Satlak Prima, Surya Dharma mengatakan persoalan ini menjadi pembahasan di Komite eksekutif KOI. "Menurut Tehnical Book (buku panduan tehnik panitia SEA Games) ada sembilan atlet yang akan dikirim. Diusahakan agar jumlah itu tidak dikurangi."
(mcy/din)











































