Dalam rilis yang diterima DetikSport, si sponsor Golden Eagle Coffee mendadak mundur. Keputusan itu disebut-sebut disebabkan oleh kasus penyadapan Australia terhadap sejumlah pejabat politik Indonesia yang mengakibatkan ketegangan hubungan di antara kedua negara.
Dengan mundurnya sponsor utama itu, Chris John kehilangan dana sponsor sebesar 250 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,9 miliar). Walhasil, kini Chris John mulai menawarkan sponsorship kepada penawar tertinggi mulai 100 ribu dolar AS, yang akan ditutup pada Selasa 3 Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancaranya dengan wartawan setempat di Perth, Chris John mengaku bersedia menjadi duta guna memulihkan hubungan Indonesia-Australia.
Saya sudah bertahun-tahun berlatih di Australia, dan selalu disambut baik di sini. Dan saya berharap kedua Negara dapat menyelesaikan konflik politik ini dan bekerjasama kembali.βujar dia dalam jumpa pers pada Kamis (29/11) yang lalu di Harryβs Gym, Balcatta, Australia.
Pengaruh kasus penyadapan itu diawali ketika manajemen Chris John, Dragon Fire Promotions, mendapat kabar bahwa mereka tidak dapat menggelar jumpa pers pada Selasa ( di kantor Konsulat Indonesia yang berada di Perth.
"Ini sedikit aneh tapi jelas bahwa pemerintah Indonesia sangat tersaikit dan terhina dengan apa yang terjadi," ungkap juru bicara Dragon Fire Angelo Hyder sebagaimana dikutip dari Thewest.com.au. "Saya menilai mereka sedang memperkuat keamanannya dan ingin memastikan tidak ada yang terjadi lagi."
Namun, penjelasan berbeda datang dari Konsulat di Perth. Menurut seorang juru bicara wanita yang tidak disebutkan namanya, kejadian itu merupakan "salah pengertian atau salah informasi." Disebutkan dia, jumpa pers itu ditolak karena promotor terlambat memesan ruangan.
Selain Chris John, duel tersebut juga akan menampilkan petinju Indonesia lainnya Daud Yordan yang mencoba mempertahankan gelar juara kelas ringan IBO dengan melawan Sipho Taliwe.
(rin/rin)











































