Setelah 18 kali mempertahankan gelar, Chris John akan menjalani duel yang paling ditunggu-tunggu: duel unifikasi alias penyatuan gelar. Petinju kebanggaan Indonesia itu mengaku bersemangat menghadapinya.
Chris menjadi juara dunia kelas bulu WBA pada bulan September 2003. Sejak saat itu, dia sudah menghadapi puluhan petinju asing di berbagai negara, seperti Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. Beberapa lawan tangguh yang pernah dikalahkan Chris antara lain Derrick Gainer, Rocky Juarez, dan legenda Meksiko Juan Manuel Marquez.
Akan tetapi, Chris belum pernah satu ring dengan petinju lain yang juga sedang memegang sabuk juara dunia. Kesempatan untuk melakukan hal tersebut baru datang pada Jumat (6/12/2013) mendatang, ketika dia menghadapi juara dunia kelas bulu IBO, Simpiwe Vetyeka, di Metro City, Perth, Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, kalau bisa mengalahkan Vetyeka, Chris akan menyatukan gelar kelas bulu dari dua badan tinju dunia yang berbeda.
"Saya sangat tertarik untuk bisa melakukan pertarungan penyatuan gelar ini. Ini untuk membuktikan yang terbaik lagi yang saya bisa. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya yaitu dengan meraih juara," seru Chris dalam konferensi pers di Metro City, yang juga dihadiri detikSport, Rabu (4/12).
"Buat saya, ini adalah momen yang sangat penting untuk bisa membuktikan apakah saya mampu menyatukan dua gelar ini," lanjutnya.
Selain menyatukan gelar, Chris juga akan menorehkan catatan khusus kalau bisa mengalahkan Vetyeka. Dia akan menyamai rekor Eusebio Pedroza, petinju Panama yang 19 kali mempertahankan gelar di kelas bulu.
"Saya sangat bersemangat untuk melakoni satu pertandingan ini. Mudah-mudahan Tuhan berkehendak dan saya bisa memenangi pertandingan ini dan menyamai rekor mempertahankan gelar," kata Chris.
(mfi/roz)











































