Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2013) siang WIB, Arista menceritakan persiapan yang dia lakukan sebelum berangkat ke Myanmar. Setelah persiapan teknis pertandingan tuntas, ternyata ada hal-hal lain yang harus dia persiapkan juga.
"Kayak baju alat bertanding, pakaian. Kalau makanan yang wajib di bawa itu adalah sambal. Soalnya itu yang paling gampang dan mudah dibawa. Kalau makanannya pasti 'kan sama, ada ayam dan lain-lain. Sambalnya ini yang susah, kalau taste-nya tidak sesuai gimana? Sama abon juga," cerita Arista.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat temen tidur, boneka ini selalu aku bawa kemana pun aku pergi," terangnya.
Bagi Arista, boneka yang sudah cukup lama menemaninya ke beberapa negara itu memang bukan boneka biasa. Dia mendapatkannya dari sang kekasih, Putra Yasa, atlet atletik yang juga berasal dari Bali.
"Dari yang tersayang," sahut Arista malu-malu.
"Boneka ini sudah sering aku bawa ke Vietnam, Kamboja, Myanmar malah sudah dua kali. Pokoknya boneka berarti, aku dapat medali saja, yang pertama kali aku kalungin boneka ini," jelasnya sambil terus memegang erat boneka tersebut.
Peraih emas SEA Games dua tahun lalu itu dijadwalkan akan bertolak ke Myanmar 14 Desember 2013. Sementara jadwal bertanding akan dimulai tanggal 17-18 Desember 2013.
Di ajang ini ia menargetkan untuk mempertahankan emas. "Targetnya tentu pertahankan emas. Kemarin di Palembang dapat emas, sekarang bisa main di negeri orang tentu targetnya lebih besar: mengibarkan merah putih di negeri orang itu, suatu hal yang sangat membanggakan," tegasnya.
(mcy/din)











































