Untuk SEA Games saja Faisal sudah empat kali berpartisipasi. Di penyelanggaraan terakhir dua tahun lalu, dia malah berhasil meraih medali emas nomor kata perorangan dan beregu.
Meski punya banyak jam terbang, Faisal masih merasakan ketegangan dan tekanan saat menunggu giliran bertanding. Untuk mengatasinya dia sudah punya obat yang terbukti manjur: Game Boy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
β"Yang pasti dibawa itu pemberian dari seseorang yang spesial hahaha. Game boy itu wajib dibawa karena selalu menemani saya saat lagi santai. Itu berpengaruh banget untuk mengusir ketegangan dan tekanan," cerita Faisal.
Kepergian ke negara asing dalam periode lama sering menimbulkan masalah soal makanan. Seperti banyak atlet Indonesia lain, Faisal juga sudah mempersiapkan diri dengan mata untuk urusan tersebut.
"Owh kalau soal itu, saya sudah punya senjata sendiri, sarden itu gak luput dari bawaan saya, sama abon. Kalau keluar negeri pasti bawa itu," sebutnya.
Walau tim Indonesia sudah dipersiapkan ruang makanan sendiri di penginapan atlet, berdasar pengalaman sering ditemui ketidakcocokan selera. "Pengalaman try out di Eropa, makanan kayak nasi susah. Tahu sendirilah orang Indonesia. Makanya, buat jaga-jaga ya bawa dua menu makanan itu."
Tim karateka dijadwalkan akan berangkat tanggal 10 Desember 2013, dan bertanding pada tanggal 13 sampai 15 Desember 2013. Mereka menargetkan juara umum di Myanmar. βSalah satu yang diharapkan memberi sumbangan medali adalah dari nomor yang diikuti Faisal, yakni kata perorangan dan kata beregu.
"Persiapan terakhir sudah matang. Mulai dari segi fisik, tehnik, sudah semua kita lakukan. Penyesuaian iklim juga sudah dilakukan. Tinggal menyesuaikan jam latihan saja, sama jaga kondisi dan positioning," terangnya.
"Mudah-mudahan di SEA Games yang kelima ini saya dan teman-teman bisa mendapat emas lagi, dan pertahanan gelar juara umum kita," simpulnya.
(mcy/din)











































