Chris baru saja kehilangan status juara dunianya. Sabuk juara kelas bulu WBA, yang telah dia pegang selama sepuluh tahun, lepas setelah dia kalah dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka.
Pada pertarungan di Metro City, Perth, Australia, Jumat (6/12/2013), Chris kalah TKO setelah bermain sepanjang enam ronde. Pelatihnya, Craig Christian, melemparkan handuk sebagai tanda menyerah menjelang dimulainya ronde ketujuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan ini bukan hanya membuyarkan ambisi Chris untuk menyatukan gelar. Dia juga tak mampu menyamai rekor Eusebio Pedroza, petinju Panama yang 19 kali mempertahankan gelar di kelas bulu.
Sebelumnya, Chris selalu sukses menjaga gelarnya tetap di tangan. Dia telah bertanding di Indonesia, Singapura, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat untuk mengalahkan petinju-petinju ternama, termasuk legenda Meksiko Juan Manuel Marquez.
"Tentunya dengan apa yang terjadi dengan Chris John malam ini, tentu sebagai rekan, sebagai partner, sebagai satu profesi, saya cukup prihatin. Apa yang ingin diwujudkan ternyata tidak terwujud malam ini," ucap Daud kepada sejumlah media dari Indonesia, termasuk detikSport, di Metro City.
"Tetapi, itu manusiawi. Manusiawi sekali. Tidak ada juara yang tidak pernah kalah. Chris John luar biasa membuktikan dirinya. 18 kali mempertahankan gelar dan berhadapan dengan juara-juara dunia yang tidak mudah. Dan dia juga tak cuma bertanding di Indonesia," kata juara dunia kelas ringan IBO ini.
"Apresiasi buat dia. Apapun yang terjadi, kita tetap bangga dengan dia yang pernah juara dunia dan kita nggak akan finis di sini saja," ujarnya.
(mfi/krs)











































