Kontingen angkat besi Indonesia bertolak dari Jakarta pada Senin (9/12/2013) kemarin. Sempat transit di Singapura, para lifter tiba di Myanmar sore harinya.
Rangkaian kegiatan tim angkat besi pun dimulai hari ini. Agenda padat langsung menanti karena Eko Yuli masih akan mengintensifkan latihan jelang hari pertandingan. Menu latihan hari ini adalah pengembalian kondisi fisik usai melakoni perjalanan jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βEko menjelaskan latihan hari ini lebih difokuskan kepada persiapan jelang pertandingan. Para lifter dijadwalkan akan mulai bertanding tanggal 13 Desember 2013.
β"Intinya waktu yang tersisa tiga hari ini ya buat pematangan tehknik saja, soalnya 'kan simulasi angkatan di pertandingan sudah dua minggu yang lalu dilakukan," tambahnya.
βSEA Games tahun ini bukan yang pertama buat Eko. Pada tahun 2007 dia tampil diβ nomor angkatan 56 kilogram dan berhasil menyumbang emas untuk Indonesia. Dua tahun berselang, peraih emas dan juara dunia dalam Kejuaraan Angkat Besi Yunior kelas 62 kilogram tahun 2009 ini, juga memperoleh hasil yang sama di Laos.
Pada SEA Games 2011, salah satu andalan angkat besi Indonesia ini kembali mencatatkan diri sebagai atlet yang tak terkalahkan khususnya di kelas 62 kilogram. Ia kembali mempertahankan medali emas.
"Ya lihat hasil nanti di pertandingan saja. Saya belum ingin membicarakan soal kemenangan dulu. Nanti setelah pertandingan, baru," katanya menolak sesumbar. β
Senada dengan Eko, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binara Seluruh Indonesia (PB PABBSI) juga mengharapkan yang sama. Mereka menargetkan para lifternya βbisa merebut empat medali emas dari 11 kelas yang dipertandingkan. β
Salah satu emas ini diharapkan bisa lahir dari nomor yang diikuti Eko Yuli Irawan, yakni 62 kilogram.ββ Selain itu peluang emas lainnya juga diharapkan datang dari kelas 48 kilogram putri, melalui Sri Wahyuni, dan 53 kilogram putri melalui Citra Febriyanti.
Satu lagi kelas yang menjadi andalan adalah kelas 69 kilogram, yang juga diprediksi menghasilkan emas lewat I Ketut Ariyane dan Deni.
(mcy/din)











































