SEA Games 2013 akan menjadi penampilan ketujuh Basuki Nugroho di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Sebelumnya dia sudah meraih prestasi tinggi dengan merebut emas nomor under 87 Kg saat tampil di 2005 dan 2011.
Emas menjadi target Basuki di Myanmar tahun ini. Menjaga motivasi dia untuk tampil dengan performa terbaik adalah anak dan istri yang menunggu di rumah. Menjadi juara adalah harga mutlak demi bisa membanggakan dua orang terdekatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makin menambah semangat tarungnya adalah proses perjuangan menuju SEA Games yang sudah dijalani selama lebih dari setahun terakhir. Serangkaian ujicoba serta pelatnas yang serba dalam kondisi terbatas justru menjadi pemicu untuk memberikan yang terbaik.
Suami dari Amanda Danita ini juga tak khawatir walau banyak cerita cuaca dan kondisi Myanmar kurang mendukung.
"Banyak teman yang sudah duluan ke sana (Myanmar) bilang cuacanya dingin, makanan tidak ada pembatas muslim dan non muslim. Tapi bagi saya, apapun kekurangan di sana bukan alasan untuk tidak berjuang maksimal. Yang penting kita pintar menyiasasti secara bijak," tegasnya.
"Begitu juga dengan persiapan terakhir menjelang keberangkatan saya sudah siap secara tehnik, fisik, mental lahir batin. Tinggal menjaga performa kekuatan dengan melakukan latihan ringan yang sifatnya memelihara latihan yang sudah dilakukan kemarin-kemarin," terang pria berusia 32 tahun ini.
"Sekarang ini bekal yang paling penting juga adalah doa. Saya berharap doa dari orang -orang terdekar, rakyat Indonesia. Karena yang bisa menentukan hasil saat pertandingan nanti adalah yang maha kuasa, disamping usaha kita juga. Karena bekal doa itu kuat."
Pada SEA Games kali ini Basuki akan turun di nomor tanding over 87 kilogram, berbeda dibanding dua tahun lalu saat turun di nomor under 87 kilogram. Sebelumnya, tahun 2001 sampai 2009, ia juga pernah turun di nomor under 80 kilogram. Total sudah tiga kali ia berganti nomor, selama tujuh kali mencicipi pesta olahraga multi even dua tahunan tersebut.
Meski begitu, ia tak menjadikan hal itu sebagai kendala. Justru ia lebih menikmati dengan nomor pertandingan yang sekarang.
"Engga sulit malah saya lebih nyaman nomor yang sekarang, di over 87. Kalau under gitu, biasanya harus nahan makan, hasilnya malah engga maksimal, fokusnya kurang. karena di samping mikirin pertandingan, harus memikirkan berat badan. Dari segi tenaga juga enggak maksimal," katanya.
"Beda kalau over, itu akan lebih mudah. Karena tidak perlu diet (mengurangi jatah makan)," tuntasnya.
(mcy/din)











































