Bertanding di Wunna Theikdi Indoor Stdium, Nay Pyi Taw, Jumat (13/12/2013), Faisal terdepak bahkan sebelum dia melangkah ke final. Setelah sebelumnya dapat bye, dia harus mengakui keunggulan Min Hein Khant di semifinal dengan skor 1-4.
Faisal mengaku sangat kecewa atas hasil pertandingan tersebut. Apalagi dia tahu kalau secara tehnik maupun jurus kata, lawannya tak cukup bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wasit sendiri tidak paham menilainya, padahal jelas banget perbedaannya. Saya mainin jurus Chatanyara Kusanku, sementara Myanamar main jurus kanku yang levelnya jauh di bawah," tambah peraih medali emas SEA GAmes 2007 dan 2011 ini.
Apa yang dialami Faisal sebenarnya sudah dikhawatirkan akan terjadi oleh kontingen Indonesia. Ketua Umum PB FORKI, Hendardji Soepandji saat mengukuhkan atlet sebelum berangkat ke Myanmar mengingatkan hal tersebut.
Tim manajer cabang karate Zulkarnaen Purba mengungkapkan hal yang sama. "Ya bisa dilihat sendiri kenapa Faisal tidak bisa masuk babak final. Tapi kembali lagi prosedur susah diprotes," katanya.
Namun begitu, Zulkarnaen optimistis cabang karate Indonesia masih bisa berbicara di nomor-nomor lain. "Ini masih awal, semua nomor masih bisa diharapkan," tutupnya.
(mcy/din)











































