Atlet jarak jauh putri andalan Indonesia, Triyaningsih, tak kuasa menahan airmatanya karena hanya mendapatkan medali perak di Myanmar. Ia merasa ada sesuatu yang salah di luar dirinya.
Triya, yang selalu menyabet emas dari nomor 5.000 meter di SEA Games 2007, 2009 dan 2011, kali ini harus puas dengan medali perak di nomor yang sama di SEA Games XXVII. Ia kalah dari pelari tuan rumah Phyu War Thet yang menyabet medali emas dengan atatan waktu 16 menit 06,01 detik.
Saat acara penyerahan medali di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Selasa (17/12/2013), Triya terlihat meneteskan airmata. Walaupun terpaut sekitar 22 detik, atlet berusia 26 tahun itu merasa ada kejanggalan, dan hal itu diamini oleh ofisial Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak memungkiri, pelari Myanmar itu memang bagus. Tapi kita hanya berusaha mengikuti peraturannya saja. Di video harusnya ada, mudah-mudahan tidak dihapus," sambungnya.
Triya menimpali dugaan Paulus, tapi tidak ingin juga berlarut-larut mempermasalahkannya.
"Sebenarnya saya tidak tahu apa yang terjadi. Ada something wrong. Saya sampai tidak kepikiran seperti itu," ucap pelari asal Semarang, Jawa Tengah, itu.
"Tapi saya bersyukur karena masih mendapat nomor dua, walau belum bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Tapi saya diberi kekuatan untuk mencapai finish. Dan Tuhan sedang berpihak pada dia (pelari Myanmar)."
Triya masih punya kesempatan untuk meraih emas di nomor andalannya yang lain, yaitu nomor 10 ribu meter. Sama seperti 5.000 meter, ia juga selalu meraih emas dalam tiga SEA Games terakhir (2007, 2009, 2011).
"Mudah-mudahan di nomor 10000 meter berpihak pada saya," ujarnya mantap.
(mcy/a2s)










































