Triyaningsih menggondol medali emas tersebut setelah menyisihkan atlet Myanmar Phyu War Thet dan atlet asal Laos, Lodkeo Inthakoummane di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Kamis (19/12/2013). Yang menarik, kemenangan ini dicapainya kendati sempat ketinggalan terlebih dulu dari atlet tuan rumah.
"Alhamdullilah akhirnya apa yang saya targetkan di sini bisa tercapai. Saya bersyukur dengan perolehan medali emas ini," ucap Triyaningsih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan itu membuat Triyaningsih melanjutkan dominasinya di nomor 10.000 meter Asia Tenggara setelah sebelumnya juga meraih medali emas pada SEA Games 2007, 2009 dan 2011.
Hasil kali ini sekaligus menjadi pelipur lara untuk Triyaningsih setelah beberapa hari sebelumnya ia gagal mempertahankan emas nomor 5.000 meter usai finis kedua di belakang pelari tuan rumah, Phyu War Thet, yang kali ini berhasil dikalahkannya di nomor 10.000 meter.
"Yang pertama memang kita mempersiapkan Tri secara mental untuk merupakan kekalahan di 5000 meter itu. Namun, di teknik dan strategi dia harus mengambil dari situ, karena lawannya sama," ujar Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tigor Tanjung.
"Jadi pagi ini pelatih si Tri dan atletnya bekerja sama dengan baik dalam mengatur strategi dan juga 'rela' membiarkan pelari Myanmar di depan. Sehingga Triyaningsih lebih sabar di belakang dengan menjaga jarak, sampai 450 meter terakhir dia meningkat kecepatan larinya, all out. Itu yang menjadi kunci suksesnya," tambahnya menganalisis.
Selain emas di nomor 10.000 meter, atletik juga menambah pundi medali Indonesia di nomor 10.000 meter putra kendatipun cuma berupa medali perunggu lewat Agus Prayogo. Total, atletik sudah mengumpulkan lima medali emas sejak hari pertama SEA Games 2013.
"Ya meski kali ini berat, karena lawan mempersiapkan semua dengan baik, tapi kami bersyukur karena sampai pagi ini kita sudah memperoleh lima medali emas. Atlet yang akan berjuang nanti seperti Dedeh Erawati di nomor 100 gawang putri, M Ridwan nomor 1.500 meter putra, dan yang lainnya semoga bisa berjuang habis-habisan karena tidak ada cara lain selain berjuang," harap Tigor.
(mcy/krs)











































