Untuk kedua kalinya secara beruntun, cabang olahraga voli kelompok putra gagal menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. 'Merah Putih' lagi-lagi harus menyerah dari Thailand di babak final.
Bertanding di Zeyat Thiri Sport Stadium, Sabtu (21/12/2013), tim voli putra Indonesia dikalahkan Thailand tiga set langsung dengan skor 20-25, 17-25 dan 21-25.
Dengan hasil ini, voli putra Indonesia harus puas meraih medali perak, pencapaian yang sama di SEA Games 2011 di Palembang/Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ditambah jam terbang kita yang kurang. Thailand itu try out-nya sudah masuk level Asia. Latihan yang mereka lakukan juga secara kontinue, kalau kita try out hanya dua kali saat di Thailand dan pra kualifikasi," tambah Djany kemudian.
Hal senada diungkapkan oleh atlet voli putra Ayip Rizal. Dengan mepetnya pembentukan tim, hasilnya pun kurang menjadi kurang maksimal.
"Mental pastilah ada karena materi pemain-pemain kita masih baru. Yang pasti kita akui kalau team work kita kalah. Matangnya pun juga kalah. Karena Thailand itu terbentuk tahun 2008, sementara kita terbentuk enam bulan yang lalu dengan materi pemain yang masih muda-muda sekali," kata Ayip.
"Enam bulan untuk membentuk kerja sama, kekompakan. pembentukan tim itu 'kan tidak semudah kita bentuk, lalu jadi. Butuh waktu panjang."
"Saya berharap, materi tim kita 'kan yang baru-baru ini tetap dipertahankan, dan saya yakin mereka berbakat. Saya yakin dengan dipertahankan mereka, ditambah try out yang banyak pasti bisa lebih bagus dari Thailand."
(mcy/rin)











































