Menpora Minta Prima Tancap Gas Demi Prestasi di Asian Games 2014

Menpora Minta Prima Tancap Gas Demi Prestasi di Asian Games 2014

Femi Diah - Sport
Senin, 23 Des 2013 20:12 WIB
Jakarta -

Persiapan menyambut SEA Games XXVII yang jauh dari kata ideal, membuat prestasi kontingen Indonesia melempem. Menpora Roy Suryo pun minta “Merah Putih” segera berbenah menuju Asian Games 2014.

SEA Games XXVII menjadi catatan buruk kontingen Indonesia. Tak hanya terlempar dari posisi tiga besar, target target 120 medali emas pun gagal ditembus, dengan hanya membawa pulang 65 emas.

Dari 36 cabang olahraga yang diikuti tercatat hanya lima cabang olahraga yang mencapai target medali. Sisanya tak berhasil memenuhi target yang dipatok sebelum terbang ke Myanmar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil buruk itu menjadi bahan evaluasi di Kementrian Pemuda dan Olahraga. Roy pun meminta satuan pelaksana (satlak) Prima untuk segera tancap gas menghadapi multievent terdekat Asian Games XVII/2014 di Incheon, Korea Selatan tahun depan.

Selain berniat menyatukan KONI dan KOI, Menpora juga membuat kebijakan yang diyakini bisa memperbaiki prestasi olahraga Indonesia.

“Sesuai perpres Nomor 22 tahun 2010 Indonesia mempunyai Prima dan itu akan diteruskan. Tapi saya akan melakukan efisiensi dan efektifitas Prima karena Asian games tinggal delapan bulan,” kata Roy kepada wartawan siang tadi.

“Kemepora meminta kepada pihak-pihak yang memperlambat olahraga agar bergerak lebih cepat. Di antaranya kerja sama dengan kementrian BUMN yang memang sudah berjalan tapi lambat,” kata Roy.

“Saya akan serahkan klausul khusus kepada kementrian keuangan. Selama ini persiapan selalu terganjal birokrasi yang rumit. Saya mencari solusi dengan bertemu mentri keuangan agar ada penyelesaian yang cepat,” kata dia.

Selain itu Roy juga mengajak dua negara yang merasa dirugikan di SEA Games XXVII untuk mengembalikan SEA Games kepada kitahnya.

“Kerja sama dengan Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam agar SEA Games mengutamakan prestasi. Kita kembalikan SEA games kepada prestasi, bukan malah menambah cabang olahraga yang jauh dari Olimpiade,” terangnya.

(fem/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads