'Atlet Kompak Berjuang, KONI-KOI Malah Ribut'

'Atlet Kompak Berjuang, KONI-KOI Malah Ribut'

Mercy Raya - Sport
Kamis, 02 Jan 2014 19:32 WIB
Jakarta - Atlet dan pengurus cabang olahraga di Indonesia terus jengah dengan konflik yang terjadi antara KONI dan KOI. Saat mereka berjuang mati-matian demi negara, organisasi yang harusnya mengayomi malah saling serang.

"Saya ingin KONI-KOI bisa satu visi, kita kan fokusnya ke atlet. Sedih saja kita berjuang demi nama Indonesia tapi kok yang memandu atlet malah ribut," kata pelatih loncat indah, Harli Ramayani, ketika ditemui, Kamis (2/1/2014).

Apa yang diutarakan Harli bisa jadi tengah dirasakan juga oleh atlet, pelatih hingga pengurus cabang olahraga di Indonesia. Sebabnya adalah kegagalan yang diraih kontingen Indonesia di SEA Games 2013 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditargetkan meraoh 120 medali emas, Indonesia cuma pulang dengan 65 medali emas. Pada akhirnya Indonesia cuma bisa finis keempat, di belakang Thailand, Myanmar dan Vietnam yang menghuni posisi tiga besar.

Usai kegagalan di Myanmar, KONI dan KOI malah saling lempar tanggung jawab. Belakangan muncul usulan untuk menyatukan kembali dua organisasi tersebut, karena diketahui banyak tumpang-tindih wewenang dalam berbagai hal.

"Apalagi target sudah berat, fokus berat, tapi ini malah kondisinya begini. Jadi kitanya bingung, seharusnya mereka (KONI-KOI) saling mengerti dengan tugas masing-masing jangan sampai tumpah tindih. Kalau ribut terus itu engga bakal bisa menang."β€Ž

"Apalagi kita kemarin dicurangi, tapi mereka tidak melihat itu. Mereka cuma mau tahu medalinya mana? tapi mereka engga tahu prosesnya untuk meraih medalinya seperti apa. Supportnya juga engga ada, atlet itu harus dibuat β€Ž nyaman. Kalau mereka saja tidak aman, atlet juga ngerasa engga nyaman," tambahnya.β€Ž

Harli juga menyoroti soal dana yang tersendat. Persiapan buruk atlet-atlet pelatnas disebutnya memberi pengaruh besar pada mental bertanding, dan pada akhirnya berefek pada prestasi.

"Saya masih mencari uang selama dua hari jelang keberangkatan SEA Games, kemarin masih mencari dana, untuk menutupi itu semua dan menggaji pelatih loncat indah asal China," katanya.

"Semestinya semua bersatu untuk mencari dana. Stakeholder, PB, pemerintah membantu mencari dana untuk itu. Membantu di sini untuk mensosialisikan semua cabang. Kalau disatukan semua pasti cukup lah. Mereka itu harus punya hati nurani, karena semua semata-mata demi membela negara. Kalau mereka bersatu atlet akan merasa ter-support, mental mereka juga terbangun," tambahnya.

Ia pun berharap, jelang Asian Games ini semua persiapan bakal lebih baik lagi dibanding SEA Games 2013. Karena pasti berimbas pada prestasi atlet yang menurun. Loncat indah sendiri masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games, September mendatang di Korea. Harli pun menginginkan cabang olahraganya bisa ikut berpartisipasi.

"Saya ingin mengirim empat atlet ke sana, diharapkan bisa ikut berpartisipasi."

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads