Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Pusat, K.Inugroho ketika ditanya soal kelanjutan dana bantuan BUMN kepada cabang olahraga berprestasi.
"Masalah dana ini sangat krusial, kalau kita tidak membenahinya kita pasti akan sulit berprestasi. Makanya kita berusaha untuk bisa mendapatkan kembali dana BUMN tersebut," kata βK.Inugroho ketika ditemui di kantor KONI, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Inugroho belum bisa memastikan jumlah dana yang dikucurkan pada Asian Games nanti. Berkaca dari ajang SEA Games 2013, BUMN bersama KONI menyepakati dana yang dikucurkan sebesar Rp 28 miliar. Tapi yang terealisasi βjustru hanya Rp 12 miliar dari BUMN.
"Itu karena waktunya yang mepet dengan pelaksanaan SEA Gamesβ, sehingga memang tidak bisa optimal. Seperti cairnya juga saat mau keberangkatan, malah ada yang setelah pulang dari Myanmar. Makanya untuk ajang multi even terdekat. Kita coba berjuang agar lebih cepat cairnya," terangnya.
Dana bantuan BUMN yang akan diberikan pada Pengurusβ Besar cabang olahraga sebenarnya berjumlah Rp 265 miliar hingga Ajang Olimpiade 2016. Hanya memang untuk mencairkan itu semua, perlu dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BUMN dengan PB untuk mendanai program latihan tersebut. Disamping petunjuk teknisnya perlu juga ada perbaikan.
"Hal ini supaya laporan pertanggung jawabannya bisa lebih transparan," terangnya lagi.
Ke depannya juga akan ada revisi terkait cabang olahraga dan atlet-atlet yang bakal terus dibantu BUMN. Sebelumnya sudah terdaftar 217 atlet dari 26 cabang olahraga yang ditentukan. Sebanyak 51 perusahaan berplat merah sudah menjadi 'bapak angkat' mereka. Namun, Berkaca dari hasil SEA Games Myanmar kemungkinan akan ada perbaikan.
β
"Tahun ini bisa saja, atlet atau PB-nya bertambah. Tapi kalau melihat hasil SEA Games kemarin saya harapkan tidak ada yang berkurang BUMN-nya," harapnya.
(mcy/din)











































