Seperti diberitakan sebelumnya, KOI-KONI melalui Satlak Pirma segera mengumumkan cabor-cabor mana saja yang akan diberangkatkan di Asian Games. Yang jelas, kuota itu diprioritasnya hanya pada cabor yang punya kans meraih medali emas.
" Ya kami sebagai pelaksana tinggalβ menunggu intruksi dari pimpinan. Tapi kami tetap menjalankan aktifitas latihan walau belum terlalu intensif. Artinya atlet tetap aktif, tidak diam saja selepas SEA Games kemarin," kata pelatih angkat besi, Lukman, kepada detiksport, Minggu (5/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu menjadi perhatian khusus tim angkat besi, karena melihat hasil yang belum maksimal dari SEA Games di Myanmar, kemarin.
Indonesia hanya mampu memboyong tiga medali emas. Antara lain di nomor 62 kilogram putra Eko Yuli Irawan, nomor 69 kilogram putra Denny. Sementara untuk kelas putri, Sri Wahyuni sebagai penyumbang emasnya di nomor 48 kilogram.
"Dari informasi yang saya dapatkan akan digelar pertengahan bulan ini dari Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas), saya harap itu bukan sekadar wacana tapi ada realisasinya ada. Yang lalu pelaksaan sekian, mundur lagi. Biar kita juga sesegara mungkin menyiapkan atletnya," lanjut Lukman.
"Sementara untuk peluang di putri dari kelas 48 kilogram sampai kelas 63 kilogram. Kemudian putra, saya lihat peluang ada di 62 dan 69 kilogram. Termasuk Eko, Denny, Ketut, dan Triyatno. Makanya saya harapkan segera dimulai pelatnas."
"Saya yakin jika didukung sepenuhnya, akan cukup. Paling efektifnya 7 bulan ya. Saya pikir kalau komitmen betul-betul ditegakkan kita akan giat. Lebih awal pasti lebih baik pasti," tambahnya lagi.
(mcy/rin)











































