Di SEA Games 2013 yang digelar di Nay Pyi Taw, Myanmar, Desember lalu, cabang olahraga catur menjadi salah satu cabor yang cukup banyak menyumbangkan medali, yakni dengan 5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Hasil tersebut melebihi target yang telah dicanangkan sebelumnya.
"Kami sangat bangga dengan prestasi catur di SEA Games 2013. Ketika cabor lain banyak yang tidak mencapai targetnya, catur Indonesia mampu membuktikan diri dengan memperoleh 5 emas, 4 perak, dan 7 perunggu," ujar Ketua Umum KONI, Tono Suratman, di Jakarta, Rabu (8/1/2014).
"Prestasi ini adalah sebuah hasil kerja keras strategi pembinaan yang tepat dan kepemimpinan yang kuat dari PB Percasi yang patut diteladani oleh cabang olahraga lainnya," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Percasi Hashim Djojohadikusomo menyatakan pihaknya akan berusaha untuk lebih fokus ke pembinaan atlet-atlet catur Indonesia agar mendapatkan prestasi yang lebih tinggi.
"PB Percasi mengirim 13 pemain dan semua pemain pulang dengan membawa medali, kami sangat bangga. Sejak awal saya sangat yakin dengan pembinaan yang dilakukan menyeluruh dan konsisten akan mengantarkan tim catur Indonesia pada puncak-puncak prestasi dunia," kata Hashim.
"Sebagai pengusaha saya tidak ragu untuk mendukungnya karena hasilnya bagi Indonesia sangat jelas. PB Percasi juga berterima kasih memperoleh dukungan besar dari berbagai pihak," ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, mengungkapkan hal senada dengan Hashim.
"Artinya pembinaan kami sudah pada arah yang tepat dan benar menuju prestasi internasional. Ke depan PB Percasi akan meningkatkan program pembinaan menjadi lebih baik apabila diperlukan pelatih asing akan ditambah, bahkan berusaha semakin memantapkan posisi Indonesia dalam dunia catur Internasional, sehingga apabila mungkin bisa menjadi tuan rumah Olimpiade Catur 2020," tuturnya.
(ads/mfi)










































