Jelang Asian Games, Tim Renang Agendakan Ujicoba ke Eropa dan AS

Jelang Asian Games, Tim Renang Agendakan Ujicoba ke Eropa dan AS

Mercy Raya - Sport
Kamis, 09 Jan 2014 16:36 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) tengah merencanakan ujicoba bagi para atletnya sebagai persiapan menuju Asian Games 2014. Eropa dan Amerika Serikat dibidik sebagai lokasi ujicoba.

"Kami sudah mengusulkan ke KOI (Komite Olimpiade Indonesia) untuk bisa memberangkatkan renang dan loncat indah. Tapi, kami juga cabor prioritas yang berangkat ke Incheon. Makanya kita lihat lagi, apakah cabor renang turun atau tidak," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PRSI, Heru Purwanto, ketika dihubungi wartawan, Kamis (9/1/2014).

Sampai saat ini belum ditentukan cabang olahraga apa saja yang bakal mewakili Indonesia di Asian Games 2014 yang akan digelar di Incheon, Korea Selatan, 18 September-4 Oktober 2014. Rencananya nama cabang olahraga serta nomor yang dikirim ke Asian Games akan ditentukan pada bulan ini.

Meski begitu, PB PRSI sudah membuat program untuk multievent tersebut. Dua di antaranya adalah pemusatan latihan dan ujicoba ke luar negeri.

"Kami tidak ingin muluk-muluk dalam menentukan target karena kami tahu kemampuan para atlet. Tapi, kami juga tak diam dalam hal ini. Makanya kami mengusulkan untuk sesegera mungkin dilakukan pelatnas Januari ini dan kami juga ingin ujicoba ke luar negeri untuk dapat hasil yang maksimal," kata Heru.

Dipilihnya Eropa dan Amerika Serikat sebagai tujuan ujicoba juga bukan tanpa alasan. Menurut Heru, para atlet harusnya tak lagi berujicoba ke Asia. Demi meningkatkan level pengalaman para atlet, ujicoba ke luar Asia dia anggap penting.

"Kalau kita ingin berpikir maju, ya lawan sparring-nya mestinya memang harus yang lebih bagus lagi. Supaya atlet kita bisa ada pemacunya," katanya.

Sayangnya, program yang direncanakan PB PRSI ini bisa saja ditolak oleh pemerintah, dengan alasan keterbatasan anggaran.

Sebelumnya, Deputi IV Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik mengatakan, cabang-cabang olahraga yang diproyeksikan tampil di Asian Games harus lebih bijaksana dalam menentukan lokasi try out. Jika levelnya Asia, try out juga di wilayah yang sama.

"Mereka (Kemenpora) tidak tahu, mereka 'kan bukan orang lapangan jadi tidak terlalu mengerti. Kalau try out-nya hanya sebatas Asia, kapan olahraga kita bisa maju. Try out ini kan sebagai modal kita juga menuju Olimpiade," terang Heru menanggapi hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau soal dana, pemerintah harusnya bisa menghitung, budget yang dijatahkan untuk try out berapa? Kalau ternyata kurang, kita jauh-jauh hari bisa mencari dana tambahannya. Ya diatur saja. Misalnya, dana yang harusnya try out tiga minggu di Asia, kita bisa buat jadi dua minggu di Eropa, itu kan bisa diatur strateginya," ujarnya.

(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads