KONI Pusat berencana untuk mendatangkan para ahli dari Asia dan Eropa untuk menatar pelatih menjelang perhelatan Asian Games 2014. KONI juga akan menambah kuota pelatih asing.
Demikian diungkapkan oleh Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2014). Menurut Tono, keputusan mendatangkan para ahli itu juga sebagai bentuk evaluasi terhadap pelatih.
"Sebenarnya ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama Indonesia dengan NOC (National Olympic Committee) China, Serbia, dan negara-negara lainnya, di mana hal ini sebagai bentuk penyegaraan bagi para pelatih Indonesia, agar mereka mendapat penataran dari para ahli," kata Tono.
"Jadi tidak hanya atlet, pelatihnya juga dievaluasi. Ini juga dalam rangka persiapan kita menuju Asian Games dan SEA Games 2015 nanti," tambahnya.
Tak hanya menatar pelatih, rencananya KONI juga akan menambah kuota pelatih asing untuk beberapa cabang olahraga yang memang membutuhkan bantuan, dari 20 menjadi 40 pelatih.
"Ada beberapa cabang olahraga yang sudah kami data. Kami juga sudah melihat negara mana saja yang sudah menghasilkan atlet-atlet di Olimpiade. Saya sudah buatkan peta prestasi dari tahun 2004, 2008, 2010. Jadi kalau lihat negara yang menghasilkan medali emas, Amerika Serikat bawa 6 medali emas, Ukraina 9 medali emas, Hongaria 8 emas, Venezuela 10 emas," tutur Tono.
"Sementara kalau kita bicara lagi Asian Games, jadi kalau kita mau siapkan atlet SEA Games, kita tinggal lihat Asian Games. Bowling, kita lihat China bawa 10 emas, karate berapa, kita lihat cabang olahraga lain," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait anggaran untuk melakukan penambahan pelatih asing, Tono melanjutkan, anggaran dari pemerintah hanya untuk mendatangkan 20 pelatih asing. Dia akan mengalokasikan bantuan sosial BUMN untuk tambahan pelatih asing.
"Saya tidak merasa khawatir dengan pelatih, walau dari pemerintah anggarannya hanya 20. Saya masih dapatkan dari BUMN kuotanya 20. Cabor yang berangkat ke Asian Games 20 cabor. Sepakbola dan bulutangkis nggak usah lagi, tinggal cabor yang kita lihat. Kesepakatan di MoU BUMN juga sudah jelas, kenapa kita tidak manfaatkan," katanya.
(mcy/mfi)











































