Demikian keputusan sementara dari rapat tertutup antara Dewan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dengan Satlak Prima. Dari daftar cabor yang diberangkatkan, cabang terukur menjadi yang terbanyak, yakni angkat besi, sepeda, atletik, dayung, dan renang.
Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat pada SEA Games Desember kemarin, kelima cabor tersebut menjadi penyumbang terbanyak medali emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai lima cabor yang masih menjadi pertimbangan, salah satunya adalah taekwondo. Pasalnya, di Myanmar kemarin, salah satu cabor bela diri ini gagal memboyong emas satu keping pun.
"Intinya Januari ini diharapkan sudah rampung semua. Soal cabor yang bakal diberangkatkan, dan nomor pertandingan diharapkan sudah ditentukan. Sehingga awal Februari bisa langsung dilakukan pelatnas (pemusatan latihan)," jelas Kasatlak Prima yang baru, Suwarno.
"Standarisasi cabor yang akan diberangkatkan tetap mengacu pada SEA Games, disamping akan ada PON dan Kejurnas, dan singel even lainnya."
Sementara mengenai kuota atlet, dia menuturkan, akan ada koordinasi lagi dengan PB/PP cabang olahraga.
"Tapi itu sangat fleksibel, kita akan lihat atletnya berapa banyak, kita lihat pelatih dan pendampingnya berapa. Subtansinya kita ingin pilih atlet terbaik," tambah Suwarno.
(mcy/rin)










































